Lagu Bugis Karyaku Sendiri

Musik merupakan perpaduan antara syair lagu dengan alat bunyi-bunyian sehingga menghasilkan gaung indah ke telinga kita. Sedang syair adalah untaian kata menjadi kalimat yang memiliki makna tersendiri. Sekarang ini bermunculan bak jamur lagu-lagu baru baik dari dalam negeri maupun dari mancanegara. Begitu pesatnya perkembangan musik dari luar sehingga terdapat fenomena di kalangan generasi kita terkesan lupa jatidiri yang disebabkan pengaruh luar yang tak terkendali. Hal ini wajar-wajar saja akan tetapi kita mengaku sebagai bangsa yang memiliki budaya yang beranaeka ragam ibarat ratnamutumanikam sangat ironis jadinya. Apakah kita selalu menunggu dan disuapi oleh budaya luar padahal belum tentu cocok dengan hati nurani bangsa kita ?
Hm ....dari pada mengkaji panjang x lebar akhirnya luas jadinya. Mari kita menyimak yang di bawah ini :


















Sisa Tulang Rahang Pasien Operasi Plastik pun Jadi Karya Seni yang Unik

Operasi tulang rahang menjadi salah satu tren operasi plastik yang banyak diminati di Korea Selatan. Saking banyaknya, sebuah klinik di Seoul pun 'menyulap' sisa-sisa tulang rahang pasien menjadi karya seni yang unik.

Klinik operasi plastik di Seoul banyak mendapatkan pasien yang ingin memotong atau mengecilkan bentuk rahangnya. Alhasil, sisa tulang rahang pun menumpuk. Daripada dibuang tak berguna, klinik itu pun menyimpan sisa tulang rahang di dalam tabung kaca.

Bak kuburan tulang, tumpukan sisa tulang rahang sekitar 1.000 orang pasien menjulang tinggi di sebuah klinik di distrik Gangnam, Seoul. Kini dua tabung berukuran cukup tinggi tampak dipenuhi dengan sisa tulang rahang manusia, seperti dilansir Rocketnews24, Senin (27/1/2014).

Operasi rahang atau dikenal juga dengan bedah ortognatik, dilakukan untuk memperbaiki cara kerja rahang dan gigi, juga untuk meningkatkan penampilan seseorang. Operasi rahang mungkin pilihan korektif jika Anda memiliki masalah rahang parah yang tidak dapat diselesaikan dengan ortodontik saja.

Bedah ortognatik adalah kombinasi dari operasi rahang dan orthodonsi. Memperbaiki rahang yang tidak sejajar dengan benar adalah alasan paling umum untuk operasi rahang.

Bedah rahang hampir selalu diselesaikan seluruhnya dalam mulut. Tidak ada bekas luka wajah yang muncul di dagu, rahang atau sekitar mulut. Dokter bedah membuat luka di rahang sehingga mereka dapat dipindahkan ke posisi yang benar. Setelah rahang diatur dengan benar, sekrup dan pelat tulang mengamankan tulang ke posisinya yang baru.

Dalam beberapa kasus, bedah ortognatik sering kali memotong tulang di bagian rahang atau malah menambahkan tulang baru. Sisa pemotongan tulang itulah yang dikumpulkan oleh klinik di Seoul dan dijadikan karya seni unik.

Pantai Sepi

 
Pantai Sepi

di bawah sinar rembulan
di tepi pantai
burung-burung camar
terbang melayang

alun membawa pergi
perhau itu
kabut menghampiri
di dalam jiwa

di tepi tanjung Pallette
kunyayikan laguku, ini
di tepi pantai yang sepi
kutitipkan salamku, ini

maksud hati memeluk rindu
kan terbawa sampai mati

by gita

Bedah Lagu : Ongkona Bone

Lagu dengan judul Ongkona Bone tersusun dari syair-syair / kalimat yang menggunakan bahasa Lontara atau bahasa Bugis. Dan telah disepakati sebagai lagu wajib bagi masyarakat Kabupaten Bone baik di tingkat sekolah maupun umum.
Lagu tersebut biasanya dinyayikan dalam kegiatan seremonial Hari Jadi Bone atau pada kegiatan lomba yang diselenggarakan di sekolah-sekolah baik bentuk solo maupun paduan suara. Lagu Ongkona Bone sampai saat ini belum diketahui dengan pasti kapan diciptakan dan siapa penciptanya. Namun apabila kita membedah bahasanya serta menghubungkan dengan sejarah , maka kemungkinan besar lagu tersebut tercipta sekitar tahun 1905 yaitu pada saat terjadinya perang antara Kerajaan Bone melawan pasukan Belanda. Ribuan laskar kerajaan Bone yang gugur dalam pertempuran itu. Di sepanjang pantai Teluk Bone diserang habis-habisan oleh tentara Belanda. Karena persenjataan yang tidak seimbang, maka tentara Belanda berhasil menguasai kerajaan Bone. Jatuhnya Kerajaan Bone inilah yang dikenal Peristiwa Rumpa’na Bone 1905.
Lagu Ongkona Arungpone atau lebih dikenal Ongkona Bone seperti telah dipaparkan di atas, terjalin dari syair-syair yang mengandung makna, nilai, dan nasihat yang sangat dalam. Dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Makna dan Bedah Syair
Lagu Ongkona Bone mengisahkan seorang isteri melepas sang suami berangkat ke medan juang untuk mempertahankan Tana Bone dari serangan armada laut Belanda. Sang suami sebagai laskar Kerajaan Bone tentu berkewajiban mempertahankan Tana Bone sejengkal demi sejengkal hingga titik darah penghabisan. Dengan iringan doa restu sang isteri maka berangkatlah sang suami bertempur melawan tentara Belanda di pantai BajoE. Setelah tujuh hari tujuh malam pertempuran berkecamuk, maka terdengar kabar bahwa suaminya telah gugur. Namun sang isteri tidak yakin begitu saja kalau suaminya telah gugur. Maka sang isteri berangkat mencari suaminya. Tak peduli siang atau malam , tetap berjalan dan mencari tahu akan keberadaan suaminya.
Dikala sang isteri beristirahat dalam pencariannya, maka mereka bersenandung untuk menghibur diri dan merenungi nasibnya :
O … Mate Colli, Mate Collini Warue (Waru adalah sebuah nama pohon/tumbuhan dalam bahasa Bugis disebut Kubba. Pohon Kubba tersebut memilki ranting mengandung getah yang dapat digunakan untuk membuat keriting rambut)
Ritoto baja-baja alla Ritoto baja-baja ( Setiap hari dipangkas)
Alla nariala kembongeng ( Diambil untuk dijadikan kembongeng. Kembongen artinya alat penggulung rambut dari pohon Kubba / pohon waru )
O … Macilaka, Macilakani Kembongeng ( celakalah penggulung rambut )
Nappai ribala-bala alla nappai ribala-bala ( baru dibentuk-bentuk)
Namate puangna (puangna bermakna simbolis artinya pohon kubba/ waru, mati karena setiap hari dipangkas untuk dijadikan penggulung rambut)
O … Taroni Mate, Taroni Mate Puangna ( Biarlah mati , biarlah mati pohon Kubba / Waru)
Iyapa upettu rennu alla iyapa upettu rennu ( barulah putus harapan dan menyerah )
Kusapupi mesana ( Bila kupegang batu nisannya)
Penjelasan :
Sang isteri menggulung rambutnya agar menjadi indah dengan maksud untuk menghadiahkan kepada suaminya apabila kembali dari medan peperangan. Akan tetapi pohon Waru / Kubba menjadi layu dan mati karena setiap hari dipangkas untuk dijadikan sebagai penggulung rambut/kembongeng. Padahal rambutnya baru mulai terbentuk, apa daya pohon waru/kubba keburu layu dan mati.
Matinya pohon waru/kubba sebenarnya merupakan sebuah alamat atau pertanda bahwa suaminya telah tewas dalam peperangan. Namun Sang isteri tetap bersemangat. Ditanamkan dalam hati , bahwa suaminya belum meninggal. Kecuali memegang dan mengusap batu nisannya baru percaya.
2. Nilai Syair
Seperti halnya dengan lagu-lagu lain, maka syair-syair yang terjalin dalam lagu Ongkona Bone juga mengandung dan sarat dengan nilai-nilai. Nilai- nilai yang terkandung adalah :
Memupuk Jiwa Patriotisme dan Nasionalisme. Bahwa setiap perjuangan memerlukan pengorbanan baik jiwa, raga, dan materi. Menggambarkan, bahwa kepentingan umum walau pahit dan getir lebih mulia dibanding kepentingan pribadi. Mengandung nilai historis
3. Pesan dan Nasihat
Perlu dipahami , bahwa syair-syair yang terkandung dalam lagu Ongkona Bone terdiri atas tiga bagian, yakni bait pertama dan kedua bermakna simbolis atau pelambang sedang bait ketiga mengandung semangat. Mate Colli bukanlah bermakna layu sebelum berkembang akan tetapi dalam dunia seni hanya menggambarkan kemampuan ekspresi seseorang dalam menyampaikan sebuah pesan.
Namate Puangna bukanlah bermakna Tuhan yang mati akan tetapi sejenis tumbuhan yang disebut pohon waru/kubba yang dijadikan sebagai simbol bagi penciptanya. Mengapa pohon tersebut mati ? Karena setiap hari dipangkas untuk dijadikan sebagai alat penggulung rambut. Ranting pohon tersebut memilki getah yang dapat membuat rambut menjadi keriting.
Pada hakikatnya pesan/nasihat yang terkandung dalam syair lagu Ongkona Bone adalah :
1.       Janganlah mudah mempercayai informasi yang kurang jelas dan tidak bertanggung jawab.
2.       Setiap pekerjaan harus dilandasi dengan semangat.
3.       Syair lagu merupakan ungkapan cipta, rasa, dan karsa.

Dibedah Oleh : Mursalim
Tanggal : 13 Agustus 2007
Direktur Lembaga Seni Budaya Teluk Bone

Beda Menggambar dan Melukis

Pada hakikatnya seni merupakan ungkapan cipta, rasa, dan karsa untuk memenuhi kebutuhan hidup
Di zaman sekarang ini seni memang sangat berpengaruh terhadap perkembangan IPTEK. Kita tidak bisa terlepas dari yang namanya seni, tanpa adanya seni hidup kita tidak akan indah, karena seni merupakan hal pendukung terbentuknya keindahan. Misalnya saja rumah, tanpa adanya rasa keindahan, maka rumah yang kita huni sekarang ini akan bermodel kuno. Begitu juga dengan tekhnologi yang sekarang ini berkembang, pasti didukung dengan adanya seni. Contohnya adalah motor, motor zaman dulu dengan yang sekarang pasti mempunyai model yang berbeda. Pastinya yang sekarang lebih bagus dari pada yang dulu. berikutu ni adalah macam macam seni yang akan saya jelaskan secara umum :

Macam Macam Seni

1. Seni Rupa

Seni rupa merupakan salah satu cabang kesenian. Seni rupa memiliki wujud pasti dan tetap yakni dengan memanfaatkan unsur rupa sebagai salah satu wujud yang diklasifikasikan ke dalam bentuk gambar, lukis, patung, grafis, kerajinan tangan, kriya, dan multimedia.
Kompetensi dasar yang harus dicapai bidang seni rupa adalah meliputi kemampuan memahami dan berkarya lukis, kemampuan memahami dan membuat patung, kemampuan memahami dan berkarya grafis ,kemampuan memahami dan membuat kerajinan tangan, serta kemampuan memahami dan berkarya atau membuat sarana multimedia. Terminologi in pada dasarnya telah ditetapkan sebagai kecakapan seseorang yang mampu menguasai bidang kerupawanan.
Seni rupa telah mengakar mulai zaman animisme dan dinamisme hingga jaman melenium. Seni Rupa menjadi salah satu bagian cabang seni yang secara performatif mempresentasikan wujud yang kasat mata. Ilusi tentang wujud dapat diserap dan dirasakan ke dalam klasifikasi bentuk seperti telah disebut pada bagian atas. Representasi bentuk seni rupa dipertimbangkan secara sinergis melalui perhelatan media yang digunakan sebagai dasar perwujudan rupa. Secara kontekstual seni rupa merupakan wujud mediasi bentuk kasat mata yang dekat ke arah perlambang gambar, lukis, patung, kerajinan tangan kriya dan multimedia. berhubungan dengan unsur cabang kesenian.

2. Seni Musik

Unsur bunyi adalah elemen utama seni musik. Unsur lain dalam bentuk harmoni, melodi dan notasi musik merupakan wujud sarana yang diajarkan. Media seni musik adalah vokal dan instrumen. Karakter musik instrumen dapat berbentuk alat musik Barat dan alat musik Nusantara/tradisional. Jenis alat musik tradisional antara lain terdiri dari seruling, gambang kromong, gamelan, angklung, rebana, kecapi, dan kolintang serta arumba. Jenis alat musik Barat antara lain terdiri dari piano, gitar, flute, drum, musik elektronik, sintetiserr, seksopon, dan terompet.
Kompetensi dasar yang harus dicapai dalam mempelajari seni musik meliputi kemampuan memahami dan berkarya musik, pemahaman pengetahuan musik mencakup harmoni, melodi dan notasi musik serta kecerdasan musikal yang memungkinkan seseorang dapat beradaptasi dengan perangkat musik secara cepat. Di sisi lain, kemampuan memahami dan membuat notasi, kemampuan mengaransemen, serta praktik dasar maupun mahir dalam banyak alat atau instrumen secara terampil, serta kemampuan memahami dan membuat multimedia. Seni musik yang lebih mempromosikan unsur bunyi sebagai medium dasar musik lebih memiliki proporsi pada bunyi yang teratur, bunyi yang berirama, serta paduan bunyi yang menjurus kepada eksperimental bunyi secara harafiah tanpa ritme, melodi maupun harmoni. Seni musik banyak berkembang pada komunitas masyarakat yang memiliki aliran klasik, ekspresionis, eksperimentalis, dan fluonsis dengan memetakan perkembangan musik melalui bunyi-bunyian yang tidak berirama dan bernada. Seni musik tumbuh-kembang sejak zaman Renaissance hingga abad milenium. Secara progresif aliran musik yang berkembang pada saat ini lebih ke arah musik yang memiliki tonasi, interval, dan harmoni secara varian.
Seni musik lebih transparan dalam bentuk hasil karyanya. Bunyi sebagai media ungkap menjadi salah satu alat komunikasi dalam menginternalisasikan makna bunyi ke dalam penerjemahan kuantum dari pikiran aranjer(penata musik) ke penonton. Oleh sebab itu, dibutuhkan pemaknaan artikulasi penataan musik terhadap cara penyampaian makna musik untuk dapat dimengerti oleh penonton. Dengan demikian makna penataan musik semakin mudah dipahami, dimengerti dan menjadi media komunikasi antara penata musik dengan penghayat musiknya.

3. Seni Teater

Kompetensi dasar bidang seni teater mencakup kemampuan memahami dan berkarya teater, kemampuan memahami dan membuat naskah, kemampuan memahami berperan di bidang casting kemampuan memahami dan membuat setting atau tata teknik pentas panggung dan penciptaan suasananya sebagai perangkat tambahan dalam membidangi seni teater.
Di sisi lain, kemampuan memahami untuk berperan di luar dirinya adalah penguasaan khusus yang harus dikuasai secara teknis dalam berkarya teater. Kemampuan memahami dan membuat sarana dan prasarana perlengkapan berbasis multimedia adalah pendekatan aktual yang harus dikuasai seorang dramawan dalam kaitannya dengan penyajian teater berbasis teknologi. Seni teater juga sebagai bagian integral kesenian memiliki media ungkap suara dalam wujud pemeranan. Cara atau teknik ini lebih mengutamakan terciptanya casting, pembawaan, diksi, intonasi, pengaturan laring dan faring secara konsisten adalah bagian penting dari penjelmaan profesi yang harus dimiliki.

4. Seni Tari

Media ungkap tari adalah gerak. Gerak tari merupakan gerak yang diperhalus dan diberi unsur estetis. Gerak dalam tari berfungsi sebagai media untuk mengkomunikasikan maksud-maksud tertentu dari koreografer. Keindahan tari terletak pada bentuk kepuasan, kebahagiaan, baik dari koreografer, peraga dan penikmat atau penonton.
Kompetensi dasar dalam mempelajari seni tari mencakup praktik dasar dan mahir dalam penguasaan gerak tari meliputi tari tradisional maupun tari garapan, kemampuan memahami arah dan tujuan koreografer dalam konsep koreografi kelompok. Kemampuan memahami an berkarya tari (koreografi) adalah keterampilan khusus berhubungan dengan kepekaan koreografi, di sisi lain diharapkan memiliki kepekaan memahami aspek-aspek tari dan aspek keindahan secara teknis. Sebagai penyesuaian abad modern, kemampuan memahami dan membuat perangkat multimedia hubungannya dengan tari adalah bentuk penyesuaian sumber daya manusia dalam adaptasinya dengan teknologi. Perwujudan ekspresi budaya melalui gerak yang dijiwai serta diikat nilai-nilai budaya menjadi patokan dasar atau standar ukur tari untuk dikaji menjadi bentuk tari-tarian daerah di Indonesia. Sebagai salah satu unsur terpenting kesenian di Indonesia dalam wujud performa gerak, dibutuhkan adanya kehidupan sosial dan spiritual masyarakat pendukungnya. Peran dan fungsi tarian yang begitu penting hingga kini pada puncak kesenian daerah menjadi simbol dan puncak tari sebagai budaya di daerah yang bersangkutan. Jenis tari yang telah menjadi puncak budaya daerah sangat erat untuk dijadikan sebagai tarian yang diunggulkan daerah.di mana tarian tersebut berasal.
Beraneka ragam tari-tarian yang diwarisi masyarakat daerah di Indonesia baik yang sakral maupun yang sekuler, tradisional maupun nontradisional. Bentuk tarian dari zaman prasejarah hingga zaman modern, produk dari zaman tertentu membantu sejarah kehidupan tarian untuk dapat tumbuh-kembang hingga akhir zaman.Seni tari memerlukan media gerak. Gerak murni atau wantah tidak memiliki maksud-maksud tertentu. Gerak maknawi memiliki makna maksud-maksud tertentu dan apabila dibangun dengan unsur keindahan, maka gerakan tari semakin halus, estetis, dan geraknya memiliki bangunan ekspresi bentuk yang diungkapkan manusia untuk dinikmati.Seni tari banyak dipengaruhi oleh kepercayaan dinamisme dan animisme. Oleh sebab itu, sejak zaman dulu tarian sudah memiliki peran fungsi yang sentral dalam kehidupan beragama. Peran tari dalam upacara terkait dengan cara dan tujuan yang terkait dalam prosesi suatu upacara keagamanaan atau ritual. Seni tari mewariskan bentuk-bentuk tradisi maupun nontradisi. Sifat—fungsi magis-ritual yang dipengaruhi kepercayaan animisme dinamisme mampu menjadi kekuatan sentral dalam setiap upacara keagamaan. Dalam perkembangannya, seni tari tradisional pada akhirnya mewariskan seni pertunjukan baru dan inovatif melalui dramatari prembun, hingga sendratari jenis kesenian yang lahir pada zaman modern. Pada masyarakat modern yang dinamis ini, kehadiran seni tari memerlukan hadirnya penari yang baik, guru-guru tari yang profesional, dan pemikir-pemikir yang mampu merumuskan masa depan tari secara proporsional. Oleh sebab itu, beberapa hal harus diperhatikan menyangkut penguasaan teknik tari agar dapat memenuhi syarat sebagai penari yang profesional.

5. Kerajinan Tangan

Cabang kesenian ini pada dasarnya memprioritaskan kepada keterampilan tangan dalam bentuk benda hasil kerajinan. Hal kerajinan tangan mencakup unsur-unsur bordir, renda, seni lipat,seni dekoratif, serta seni yang menekankan keterampilan tangan. Seni dan pengetahuan lain dapat dipahami dan diketahui oleh pembaca dalam upaya pengembangan kepribadian dan keanekaragaman. Dalam suatu kehidupan akan terasa hambar dan gersang apabila kita tidak memiliki kesenian. Kesenian dapat menyempitkan aspek budaya dan memperluas cakrawala serta keanekaragaman pengetahuan seseorang. Secara aktual kesenian yang ada berwujud musik, rupa, teater, dan tari secara multilingual, multikultural, dan multidimensional.
Pada akhir ulasan ini dapat diakumulasi, mana cabang seni yang paling kalian senangi. Coba berilah contoh salah satu cabang seni yang paling kamu senangi dalam bentuk karya seni yang pernah kalian buat atau kalian kenali.

6. Seni Berwawasan Teknologi

Pertumbuhan perkembangan ilmu pengetahuan secara signifikan mampu mengadopsi berbagai penerapan pengetahuan ke dalam munculnya cabang pengetahuan baru.Salah satu reformasi di bidang pengetahuan yang berhubungan dengan seni adalah munculnya cabang seni berhubungan dengan pemanfaatan alat-alat canggih.
Cabang pengetahuan seni yang berhubungan dengan pemanfaatan teknologi adalah munculnya cabang seni, seperti seni peran (khususnys sinetron), pendokumentasian (sinema), audio-visual (keproduseran) dan lain-lain. Wahana penjajagan pengetahuan di bidang yang berhubungan dengan pemanfaatan alat-alat canggih tersebut memunculkan garapan pengetahuan di bidang seni peran dan adaptasinya. Munculnya cabang seni berwawasan teknologi menjadi pertanda bahwa wahana pengembangan seni dan pengetahuan kesenian dalam kaitannya dengan wawasan teknologi mampu mengadaptasikan pengetahuan baru sebagai wadah penuangan bakat-bakat seni berhubungan dengan penggunaan alat-alat canggih.
Kesenian sebagai sebuah metodologi memperkenalkan seseorang memahami obyek ke dalam permasalahan-permasalahan yang dikaitkan dengan pekerjaan seni dan bersosialisasi. Dengan imajinasi, seseorang yang mempelajari seni dapat berangan-angan terutama dalam menemukan hal baru, menciptakan hal baru, serta memodivikasi berbagai temuan yang sudah ada ke bentuk baru sebagai representasi sesuatu yang telah lama ada.
Cabang-cabang kesenian seperti telah disebut di atas merupakan kekuatan dasar yang sangat efektif untuk mendatangkan inspirasi bagi banyak orang. Imajinasi seseorang yang belajar kesenian dapat dikembangkan secara lebih luas dengan meningkatkan dan mengembangkan bahasa gerak, rupa, bunyi, dan suara untuk tetap tumbuh dan berkembang menurut tingkat dan reputasi bahasa tubuh, bahasa gerak, serta bahasa bunyi dikombinasikan dengan pendekatan psikologis.

Kegiatan kesenian yang terbungkus dalam pembuatan seni berupa karya seni berhubungan dengan refleksi ide-ide, dan tindakan-tindakan yang terkait dengan proses berkesinambungan.

Kegiatan seni melibatkan beberapa aspek multilingual, multikultural dan multidimensional mampu menjangkau secara luas atas beberapa hal yakni.
  1. Menyiapkan pendidikan yang sejajar,
  2. Mengembangkan pengetahuan berbagai budaya
  3. Memberikan nilai masyarakat, Mengenalkan budaya dalam dunia pendidikan, serta,
  4. Membantu pendidik dan terdidik mengembangkan perspektif multibudaya.
Dalam ranah khusus, konsep pengembangan kewirausahaan menjadi konsep dasar pengembangan penulisan buku ini. Sebagai bahan kajian, jawaban yang integral dapat menjembatani lahirnya pengembangan kewirausahaan ke dalam pendidikan model profesional. Model ini digunakan dalam pendidikan untuk mencetak profesionalisme penari yang berkualitas, memiliki kompetensi, memiliki kesanggupan untuk mempertanggungjawabkan profesionalismenya baik di depan umum maupun d lingkup pendidikan formal yang dimiliki.
Model profesional sebagai alat pengemban pendidikan di dalamnya memiliki indikator yang dapat menjadi arah pelaku seni yang kompeten terhadap penciptaan seni dan seperangkat keahlian dalam gaya, teknik, dan metodologi yang dapat digunakan sebagai pendekatan keahlian yang diterapkan. Konsep profesional ini dibekali dengan ide yang dibalut kerja kreatif, jadwal terprogram, serta proses penuangan yang dilandasi oleh profesionalisme sehingga pengalaman ke depan menjadi semakin terasah. Penekanan kerja mandiri dan tindak kreatif yang terstruktur menjadi kemampuan profesional menjadi semakin bertumpu pada landasan yang kuat dan memadai. Dengan demikian proses ke depan terjadi simulasi yang mengerucut dan mampu menjadikan seseorang yang mempelajari dengan konsep profesional dapat menciptakan kewirausahaan secara jelas. Di sini dibutuhkan penempaan yang memiliki landasan basis profesional sehingga diharapkan memenuhi kebutuhan seorang profesional menjadi tangguh dalam berwirausaha serta potensial dalam menghadapi tantangan di masa depan. Dengan demikian wahana konsep ini selayaknya digunakan untuk menempa bibit-bibit profesional menjurus ke jalur yang sudah diatur atau ketentuan yang tidak dapat ditawar lagi. Beberapa indikator profesional dalam bentuk keterampilan adalah sebagai berikut di bawah ini.
  1. Menekankan kepada produk/hasil,
  2. Pengetahuan profesionalisme menjadi model yang dicita-citakan,
  3. Obyektivitas dan latihan menjadi pengalaman batin yang terasah,
  4. Gaya penyampaian dan teknik profesional menjadi simbol konsep profesional,
  5. Prosedur imitatif, latihan, demonstrasi, dan unjuk kreativitas simbol profesionalismenya,
  6. Kemampuan, kemahiran, dan penampilan diri menjadi watak dan karakteristik konsep profesional mampu berkembang mandiri, dan berkelompok koloni.
  7. Karakteristik berproses dalam menghasilkan produk berkualitas adalah simbol pematangan diri dan penempaan mentalita pengalaman yang terasah dalam performa profesionalisme yang diidamkan.
  8. Profesionalisme yang dibina meliputi pelaku profesional, artis dan koreografer.
 Apa Perbedaan Menggambar dan Melukis ?

Menggambar atau Melukis, gambar atau lukisan? dimana letak perbedaannya.  Bagi orang yang (maaf) awam seni terutama seni rupa belum bisa membedakan antara mana yang menggabar dan mana yang melukis.  Di artikel ini saya akan mencoba sedikit mengupas apa itu perbedaan menggambar dan melukis dari sebatas yang saya tahu.
Menggambar pada intinya adalah memindahkan suatu objek kedalam sebuah bidang atau media. Dalam menggambar unsur “ide” dan “perasaan” sangat jarang sekali atau hampir tidak berperan. Misal jika kita menggambar sebuah Meja atau Kursi maka akan menjadi sebuah gambar meja kursi.
Sedangkan Melukis adalah proses mencurahkan ide,gagasan dan perasaan yang dituangkan kedalam media dua dimensi. Ketika melukis objek yang dilukis tidak harus dama dengan aslinya, bisa dibumbui ide-ide kreatif dari sang pelukis. Sebuah lukisan wajah atau objek lain misal bisa diberi berbagai gaya misal deformasi,stilasi,ekspressif, naif dan yang lainnya.

Membaca Tabulasi pada Gitar

TAB  atau Tabulasi  adalah metode dalam menuliskan musik yang dimainkan pada gitar atau bass.
Fungsi TAB pada Gitar
  • Dapat menunjukkan string mana yang harus dipijit dan dimainkan.
  • TAB dapat menunjukkan cara memainkan nada (hammer-on, pull-off, slide, bending dll.)
  • TAB juga dapat menunjukkan TUNING masing-masing string. Standard, drop-down atau up-tuning.
Cara Baca Tablature Gitar
Inti nya tulisan angka adalah kolom (fret) senar sedangkan garis yang jumlahnya enam adalah senar Jadi kombinasi kolom dan senar ke berapa.
 
Contoh Cara Membaca Tab Gitar
e |–1—2—3—4————————
B |—————————————–
G |—————————————–
D |—————————————–
A |—————————————–
E |—————————————–
artinya petik senar pertama (paling bawah) berturut-turut mulai dari fret (kolom) 1, fret 2, fret 3, fret 4


|—————————————–

|———————-1—2—3—4—-
|—————————————–
|—————————————–
|—————————————–
|—————————————–
artinya petik senar kedua (dari bawah) berturut-turut mulai dari fret (kolom) 1, fret 2, fret 3, fret 4


|—————0————————-

|———–2——2———————
|——–3————-3—————–
|—–4——————-4————–
|—————————————–
|—————————————–
Artinya
1. petik senar ke-4 (hitung dari bawah) fret (kolom) ke-4 lalu
2. petik senar ke-3 (hitung dari bawah) fret (kolom) ke-3 lalu
3. petik senar ke-2 (hitung dari bawah) fret (kolom) ke-2 lalu
4. petik senar ke-1 (paling bawah) fret (kolom) ke-0 (dilepas)

Mengenal Kecapi

Kecapi Bugis
Rincian unsur nada dalam sebuah kacapi parahu. 
Rincian pawn-bridges pada sebuah kacapi parahu.
Kacapi indung dan kacapi rincik.
Kecapi

Kacapi merupakan alat musik Sunda yang dimainkan sebagai alat musik utama dalam Tembang Sunda atau Mamaos Cianjuran dan kacapi suling.
Kata kacapi dalam bahasa Sunda juga merujuk kepada tanaman sentul, yang dipercaya kayunya digunakan untuk membuat alat musik kacapi.

Bentuk

Kacapi parahu adalah suatu kotak resonansi yang bagian bawahnya diberi lubang resonansi untuk memungkinkan suara keluar. Sisi-sisi jenis kacapi ini dibentuk sedemikian rupa sehingga menyerupai perahu. Di masa lalu, kacapi ini dibuat langsung dari bongkahan kayu dengan memahatnya.
Kacapi siter merupakan kotak resonansi dengan bidang rata yang sejajar. Serupa dengan kacapi parahu, lubangnya ditempatkan pada bagian bawah. Sisi bagian atas dan bawahnya membentuk trapesium.
Untuk kedua jenis kacapi ini, tiap dawai diikatkan pada suatu sekrup kecil pada sisi kanan atas kotak. Mereka dapat ditala dalam berbagai sistem: pelog, sorog/madenda, atau salendro.
Saat ini, kotak resonansi kacapi dibuat dengan cara mengelem sisi-sisi enam bidang kayu.

Fungsi

Menurut fungsinya dalam mengiringi musik, kacapi dimainkan sebagai:
a. Kacapi indung atau kacapi induk
b. Kacapi rincik atau kacapi anak

Kacapi indung

Kacapi indung memimpin musik dengan cara memberikan intro, bridges, dan interlude, juga menentukan tempo. Untuk tujuan ini, digunakan sebuah kacapi besar dengan 18 atau 20 dawai.

Kacapi rincik

Kacapi rincik memperkaya iringan musik dengan cara mengisi ruang antar nada dengan frekuensi-frekuensi tinggi, khususnya dalam lagu-lagu yang bermetrum tetap seperti dalam kacapi suling atau Sekar Panambih. Untuk tujuan ini, digunakan sebuah kacapi yang lebih kecil dengan dawai yang jumlahnya sampai 15.

Makna di Balik Motif Lukisan Tubuh Suku Asmat

Lukisan Tubuh Suku Asmat (Foto: KpPapua)
Lukisan Tubuh Suku Asmat (Foto: KpPapua)

JAKARTA – Kreasi kebudayaan dan tradisi Suku Asmat bisa membuat banyak wisatawan mancanegara memburunya. Originalitas menjadi kekuatannya.

Dkiasyam, seorang pemahat hiasan khas Suku Asmat, merupakan asli keturunan Suku Asmat. Dia begitu bersemangat menjelaskan tentang Suku Asmat, seraya bangga mengenakan baju adatnya secara lengkap, kepada Okezone ketika ditemui di Karnival Wisata 2012, baru-baru ini.

Dia mengatakan, pakaian adat yang digunakan Suku Asmat berbeda dengan yang digunakan Suku Dani. Jika Suku Dani menggunakan koteka, penduduk Suku Asmat menggunakan pakaian adat Rumbai-Rumbai.

Rumbai-Rumbai dibuat dari daun sagu. Untuk pakaian yang digunakan oleh kaum perempuan, bentuknya berupa rok sedangkan pakaian pria hanya untuk menutupi bagian tertentu.

Pakaian Suku Asmat pun dilengkapi hiasan kepala berbentuk seperti mahkota. Unsur yang digunakan masih berupa rumbai-rumbai yang juga terbuat dari daun sagu. Selain itu, ada kalung yang digunakan sebagai aksesorinya.

Jika selama ini Anda melihat lukisan di tubuh masyarakat Suku Asmat dan berpikir tidak ada makna tertentu di baliknya, Anda keliru. Lukisan yang terdapat di tubuh masyarakat Suku Asmat memiliki makna tertentu. Warna yang digunakan pun hanya perpaduan warna merah dan putih yang ditorehkan di atas kulit mereka.

"Ini bukan corat-coret sembarangan, ini ada artinya. Warna merah itu darah, warna putih itu tulang, sedangkan hitam itu kulit" tuturnya.

Warna merah merujuk pada warna darah. Warna merah diartikan sebagai lambang keberanian. Warna putih merujuk pada warna tulang yang menunjukkan kesucian. Lukisan ini digunakan untuk menambah daya juang dalam mengarungi kehidupan.

Motif yang digunakan di tubuh pria dan wanita pun berbeda. Pada tubuh pria, motif yang digunakan lebih tegas dan ukurannya lebih besar.

"Kalau wanita lebih halus, hanya bulatan kecil, dibuatnya pun menggunakan alat yang kecil, seperti ujung daun sagu,” imbuh pria yang selama ini memperkenalkan kreasi Suku Asmat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Motif yang digunakan pada kulit wanita biasanya lebih halus. Bentuknya pun hanya bulatan-bulatan kecil berwarna merah dan putih. Sementara pada tubuh pria, di bagian tangan terdapat bentuk seperti belah ketupat yang bermakna “kehidupan” sedangkan di bagian dada terdapat lambang seperti tanduk yang berarti “kejantanan”.

Zaman dahulu, lukisan di kulit ini hanya digunakan pada acara-acara penting. Misalnya, pindahnya Suku Asmat dari kampung yang lama ke sebuah lahan untuk membuat kampung yang baru.

“Ini dibuat pakai cat air, jadi bisa dihilangkan,” tutupnya.

Cerpen : Negeri Tak Berhati

KALA kumandang adzan telah bertalu bersahut-sahutan, aku berusaha membangunkan tubuh ini. Bapak selalu mengajarkan kepadaku untuk membiasakan disiplin dalam hidup. Segera kubasuh muka dengan air wudhu, cepat-cepat kutuntaskan kewajiban sembahyang subuh ini, karena ‘pekerjaan rumah’ sudah menunggu.  
Selesai sembahyang aku keluar kamar. Kudapati ibu sedang berkutat dengan pisau, cobek, mengolah berbagai macam sayuran sembari duduk di lantai dapur yang dingin. Sementara di luar Bapak sudah sibuk memanasi motor Pitung-nya di teras depan. “Aida, buatkan bapakmu kopi sana…!” perintah ibu kepadaku.

Segera kubuatkan segelas kopi panas untuk bapakku. Bapakku adalah seorang guru honorer di salah satu Madrasah Tsanawiyah di Kota Yogja, untuk mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan (PKn). Pak Yon, adalah nama panggilan bapakku. Kami tinggal di sebuah rumah yang sederhana, walaupun statusnya masih ”kontrak” tapi sudah lima tahun pemilik rumah masih memperbolehkan keluarga kami memperpanjang kontrak itu hingga sekarang.

Pagi itu saat kuantarkan kopi teras depan, kulihat bapak sedang mengkutak-katik motor kesayangannya itu. Kemudian sontak bertanya padaku. “Gimana sekolahmu nduk?”
”Lancar pak, ini Aida lagi siap-siap buat ujian masuk perguruan tinggi”
”Belajarlah yang giat nduk..sekarang mandi sana, kita berangkat bareng !”, tukas bapak untuk mencukupkan pembicaraan singkat itu.

Aku segera mandi, badanku sudah bersih, aku siap berangkat. Sarapan pun sudah terhidangkan di meja dapur. Kami tidak punya meja makan, sehingga kami biasa makan disembarang tempat. Biasanya di ruang tamu sambil nonton berita di televisi, biasanya lagi saat-saat seperti ini adalah saat di mana bapak akan berubah menjadi negarawan sekaligus kritikus berita. Seperti biasa ibu tidak ikut makan, ibu sibuk menyiapkan dagangannya di teras depan yang disulap menjadi warung makan ’jadi-jadian’, entah untuk menghindari analisis kenegaraan bapak atau memang malas sarapan.

“Nduk, kamu lihat itu...korupsi telah membudaya di negri ini. Budaya Korupsi, disebut budaya karena hal tersebut termanifestasi dalam kebiasaan yang dilakukan secara terus menerus, dan konon kabarnya dilakukan oleh segala lapisan masyarakat di negri ini. Mungkin asumsi bapakmu ini akan dibantah oleh para budayawan, karena khittahnya budaya itu adalah segala hal yang sifatnya baik-baik semua. Tapi bapak tidak bisa menemukan istilah lain untuk menggambarkan praktek korupsi dinegri ini yang lebih pantas selain dari kata budaya.

Sebagai sebuah aktifitas yang keliru atau salah, kalau kita bicara mengenai terminologi yang haq dan yang bathil, Bapak yakin hati nurani tiap orang pasti akan tergetar bila melakukan hal-hal yang salah. Tetapi kenapa analisis mengenai yang Haq dan Bathil itu kontras dengan semua fakta yang ada. Yang menunjukan bahwa tidak ada orang yang risau, gundah, atau merasa kliru ketika melakukan praktek-praktek seperti itu. Gilanya, orang-orang mengamini ’kesalahan’ sebagai sebuah kenormalan yang ’toh semua juga pernah melakukan’. Damai dengan polisi kalau di-tilang, melobikan keponakan biar diterima kerja kepada bos, salam-tempel, serangan-fajar, uang-pelicin itu adalah hal ’normal’ yang semua juga pernah melakukannya.

Orang mulai lupa pada hati nurani nduk. Ini yang kadang membuat bapak risau karena beban kerusakan ’moral’ bangsa ini sebagian ada di pundak bapak ketika bapakmu ini diberi tanggung jawab mengampu mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan (Pkn) di sekolahan nduk.

Bapak takut kalau yang bapak ajarkan kepada murid bapak hanyalah sebuah usaha meng-garami samudra atau melukis di atas air”.

Aku faham apa yang bapak rasakan di dalam hati. Tapi bisa apa aku, Aku tak tahan melihat raut muka bapak yang penuh dengan rasa kecewa. “Nduk, hidup itu butuh pegangan, kamu harus bisa menemukan pegangan hidupmu agar tidak terseret dalam gelombang ke-normalan dari peng-aminan kesalahan.”

Aku agak risih mendengar nasihat itu, Tiba-tiba bapak merubah pembicaraan. “Rencana kuliahmu besok, sudah kepikiran mau masuk fakultas apa?” Selamatlah aku dari kebekuan gerak dan kebingungan jawaban ”Sudah pak, Insya Allah kedokteran”

”Bagus itu, bapak yakin kalau Aida bisa, kamu harus mulai dari sekarang itu belajar dengan pakde Mantri, ayo lekas selesaikan makanmu Nduk. Kita langsung berangkat.”
”Kapan ujian masuknya?”
”Besok minggu pak, bapak antar Aida ya besok!”pintaku
...       

Hari-hari telah berlalu, hitungannya seperti pohon jati yang sedang ’meranggaskan’ daunnya. Jatuh satu demi satu. Sekarang hari Sabtu, aku libur, tidak ada persiapan khusus menjelang besok Minggu yang merupakan hari penentuan nasibku, Ujian Masuk Perguruan Tinggi. Tapi ada satu hal yang membuatku khawatir-berat. Yaitu adalah ketika tidak sengaja kutemukan cetak roentgen di atas lemari ibu. Di dalam amplopnya tertulis diagnosa tumor-payudara stadium awal. Sontak membuat aku kaget. Segera aku lari ke depan rumah. Aku butuh klarifikasi dari ibu. Beliau baru belanja sayuran untuk dagangannya besok di warung depan. Aku tunggui ibu, dengan raut muka campur aduk.

Ibu datang. Aku diam. Ibu langsung masuk kedapur dan sok sibuk dengan sayuran yang dibelinya tadi. Segera kususul dengan cetak potret-roentgen di tangan.

”Bu ini apa bu?”
”Itu cetak-Roentgen ibu nduk”.
”Kenapa ibu tidak kasih tahu Aida, kalau ibu punya tumor-payudara..!!!” rengekanku kepada ibu.

”Buat apa nduk, ibu ndak mau kamu khawatir. Saat mengerjakan ujian sekolah dan besok ketika ujian masuk perguruan tinggi”

”Tapi itu sama saja bohong bu.... ibu bohong sama Aida....”, entah aku sedang menangis atau apa, yang jelas perasaan dihati ini serasa campur aduk.

”Sudah-sudah kamu ndak usah khawatir nduk, itu gambar benjolannya masih kecil kok... baru juga stadiun awal belum masuk rounde berikutnya, toh ibu juga masih bisa beraktifitas normal, kamu tenang saja nduk....” ibu berusaha menenangkan aku.

Sambil tersenyum ibu mengatakan hal itu. Aku bingung dengan senyum ibu. tapi setidaknya kata-kata itu membuat kekhawatiranku sedikit berkurang. Mulut ini seakan sudah kehabisan kata-kata menghadapi senyum ibu....

Hari Minggu tiba. Aku degdegan, bukan karena teror ujian, tapi karena ibu. Pagi ini tidak seperti pagi-pagi biasanya. kegundahan hati mengenai kondisi ibu memenuhi jiwaku pagi ini, inilah yang membedakan antara pagi ini dengan pagi-pagi sebelumnya.  ”Aida, ayo berangkat...!!!’ tegur bapak.

Ragu-ragu menyerang tubuhku. Tapi hidup adalah pilihan. aku harus memilih. Untuk hari ini aku pilih untuk berangkat menunaikan perjuangan menentukan masa depan. ”Wah cantiknya anak ibu ini,” sapa ibu. Segera kucium-tangan ibu sebelum berangkat. Memohon doa restu.

Sesampainya di lokasi. Kulihat ternyata banyak juga sainganku, mereka datang dari Sabang sampai Merauke ke kota ini untuk masuk di universitas yang sama dengan tujuanku. Ujian dimulai. Kukerjakan soal demi soal dengan sungguh-sungguh. Hingga selesai. Ya...semuanya sudah selesai. Sudah kutuntaskan tugasku.

”Sudah selesai Aida...?” tanya bapak kepadaku.
”Sudah pak. Sekarang Aida tinggal tunggu pengumumannya dua minggu lagi”

Dua minggu kemudian. Ternyata Aku diterima. Informasi ini diumumkan di Koran. Bapak juga tahu dari koran dinding disekolahannya. Banyak rekan-rekan sesama guru di sekolahan bapak mengucapkan selamat atas berhasil diterimanya aku di fakultas kedokteran salah satu universitas di Jogja.

Mungkin inilah kenikmatan menjadi orangtua. Bapak menceritakan pengalamannya itu kepada ibu sepulang kerja dengan mata berbinar-binar. Dan aku yang mendengarnya hanya bisa tersipu malu. Kebanggaan itu tidak berlangsung lama, ketika mengetahui syarat biaya masuk yang harus dibayar. Tertulis nominal disana: Rp5 juta, mengakhiri kebanggaan dari orangtuaku. Itu adalah tumbal dari sistem pendidikan di negri ini. ”Uang dari mana, Lima juta harus cair dalam sehari,” pikirku.

Sementara bapak dan ibuku sibuk berkutat mencari pinjaman uang. Aku malah disuruh di rumah, berdoa. Ya...apa yang bisa dilakukan seorang anak perawan lulusan SMA yang tidak memiliki ketrampilan apa-apa selain berdoa.

Tapi aku merasa ada yang ganjil hari ini, hasratku untuk masuk ke perguruan tinggi seketika itu punah. Tepat pukul dua belas siang, Kudapati ibu tiba-tiba sakit sepulang muter-muter cari pinjaman dengan bapak. Badannya panas, tangannya menggigil. Kekhawatiran yang sudah bisa kulupakan itu tiba-tiba hadir kembali. Langsung kusambut ibu dengan pelukan erat, kubawa beliau kekamarnya untuk istirahat.

Bapak pergi lagi. Aneh glagat bapak, sebelum pergi Si pitung motor kesayangannya ’di-lap’ hingga kinclong. Aku tak tahu bapak mau ke mana.

Hari menjelang sore, Bapak ternyata telah menjual motor kesayangannya itu. Hanya laku dua juta. Aku bilang pada bapak ”Pak uang itu sebaiknya digunakan dahulu untuk mengobati ibu” pintaku kepada bapak.”Tapi bagaimana rencana kuliahmu, nduk?” tanyanya.

“Bapak tenang saja, Allah tidak akan meninggalkan hambanya. Aida pasti akan kuliah pak, toh waktu pembayaran uang registrasi kuliahnya juga masih sampai minggu depan kok...pasti ada jalan...!!!” aku yakinkan bapak dan hatiku. Kemudian Ibu segera kami antar ke Rumah Sakit, karena kami semua khawatir kondisinya.
...
Suatu hari di Rumah Sakit kami kedatangan kunjungan dari orangtua dari salah satu murid di sekolah bapak. Bapak pernah cerita kepadaku bahwa ada satu muridnya bernama Bimo, nakal bukan kepalang, dia tidak pernah memperhatikan pelajaran dan suka membolos. Ketika ujian kemarin si Bimo, tidak diberi nilai oleh bapak karena dia ketahuan mencontek saat ujian. Mungkin kedatangan orangtuanya kemari untuk melobikan masalah itu kepada bapak.

”Pak Yon, kami berdua ini sudah menyerah pak dengan anak ini. Setiap kami nasehati itu seperti masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Kami merasa malu pak dengan kelakuannya pak, apalagi setelah kami mendapat laporan dari bapak tentang kelakuannya di sekolahan,” tutur ibu anak itu.

”Ya..begitulah bu anak-anak. Sebisa mungkin kita harus bisa mengarahkannya, agar tidak terjerumus. walaupun dengan berat hati juga saya mengambil keputusan itu, tapi ini semua demi kebaikan Mas Bimo anak bapak dan ibu,” jawab bapak.

“Betul Pak Yon, tapi anak ini tidak mau mendengar nasihat kami, orangtuanya. Sejak saya bercerai dengan bapaknya Bimo, Bimo tidak mau mendengakan omongan yang keluar dari mulut saya sedikitpun. Apalagi setelah saya menikah dengan suami saya ini, di rumah itu hampir setiap hari kalau saya berhadapan dengan anak itu rebut terus kerjaannya.” Raut muka wanita itu kelihatan sedih. Bapak mulai kehabisan kata-kata untuk ngeles dari curhatan wanita itu.

“Pak Yon” sahut laki-laki disamping ibu Bimo,”Jadi kedatangan kami di sini ini, kami mohon kebijaksanaan dari Pak Yon dalam menindaklanjuti perbuatan yang telah dilakukan Bimo, anak kami...pak”.

”Untuk masalah itu, mungkin nanti akan saya coba cek kembali pak hasil ujiannya Mas Bimo, bapak dan ibu tenang saja,” tutur bapak kepada orangtua Bimo.

Beberapa saat kemudian di hadapan kami, laki-laki itu mengeluarkan sebuah amplop dari saku jaketnya, amplop berwarna coklat muda dan tebal. Rasa penasaran mulai menyerang pikiranku. Laki-laki segera menyerahkan amplop tersebut ketangan bapak. “Maaf, Apa ini pak?”sahut bapak.

Laki-laki itu melirik istrinya sebentar kemudian berkata ”kami sangat mengharap kebijaksanaan bapak terhadap anak kami Bimo, mohon bapak berkenan menerima amplop ini sebagai tanda terimakasih dari kami sebelumnya.”

Raut muka bapak mulai kebingungan, Amplop tersebut kemudian bapak buka, seketika itu pun bapak terkejut. Di dalamnya ternyata berisi satu bendel uang senilai enam jutaan. Akupun terkejut mengetahui hal tersebut. Pikiranku melayang, aku membayangkan ibu bisa segera dioperasi, aku bisa bayar registrasi untuk kuliah, bapak bisa mendapatkan motornya lagi. Dalam hati aku berberkata ”pak terima saja uang itu”, entah apa yang membuat aku punya pikiran itu.

Aku sangat berharap bapak menerima uang itu. ”Begini pak, mungkin dalam beberapa hari ini keluarga saya memang sedang mengalami kesulitan, tetapi tanpa mengurangi rasa hormat kepada bapak dan ibu, saya tidak bisa menerima amplop ini, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Tapi untuk masalah Mas Bimo, setelah saya mendengar penjelasan dari ibu dan bapak tentang Mas Bimo. Saya jamin, akan saya cek kembali hasil ujiannya Mas Bimo, jadi saya harap bapak dan ibu tidak usah khawatir dengan hal tersebut,” tutur bapak.

Aku kecewa dengan jawaban bapak itu. Seluruh bayang-bayang indah yang ada di kepalaku seketika itu pupus. Sementara itu setelah mendengar jawaban dari bapak kedua pasangan suami-istri itu pun kemudian berpamitan, kulihat raut muka puas menghiasi wajah mereka. Bapak kemudian menatapku.

”Nduk, kamu tidak apa-apakan?” tanya bapak, Kujawab ”Tidak apa-apa pak”.
”Ada sesuatu yang kadang memang berat untuk diterima dalam hidup ini, tapi seberat apapun hidup. Jangan sekali-sekali kita mengorbankan keyakinan tentang suatu hal yang kita anggap benar” sambung bapak.

Seketika itu juga, aku ingat perbincangan dengan bapak minggu lalu tentang gelombang kenormalan dari pengaminan kesalahan. Aku sadar sekarang. Bapak adalah satu-satunya orang yang benar dan berusaha bertahan di tengah-tengah dominasi kenormalan yang ternyata salah. Silahkan orang berkata apa, yang jelas aku bangga dengan Bapakku.

Sudah lima hari ibu berada dirumah sakit, dan sampai hari kelima inipun kami belum memiliki cukup biaya untuk dapat mengoprasi ibu ataupun membayar registrasi kuliahku. Biar bagaimanapun hidup adalah pilihan, setelah melalui pertimbangan panjang, telah aku pilih satu hal. Aku putuskan untuk tidak mengambil kesempatan kuliah itu. Ada hal yang lebih penting yang harus diselesaikan.

”Bapak Aida sudah memutuskan untuk mengiklaskan kesempatan kuliah Aida,” tuturku kepada bapak.

Bapak kaget mendengar perkataanku barusan,”Mengapa kau berkata seperti itu nduk, jangan menyerah kamu !!!” tegasnya. ”Tenang saja pak, Aida melepaskan kesempatan itu bukan berarti Aida menyerah,  Aida belajar dari bapak, toh ilmu kan tidak hanya didapatkan dari bangku kuliah pak. Kuliah juga tidak menjamin Aida besok jadi apa. Yang penting kan bukan kuliahnya tapi ilmunya. Kan hakekat ilmu itu universal. Aida bisa belajar dulu dari Pakde Mantri sekaligus bantu-bantu beliau.

Tahun depan kan masih bisa Aida daftar kuliah lagi kalau ibu sudah sehat dan bapak sudah tidak ada tanggungan lagi. Jadi tenang saja pak aman terkendali. Dana yang kita punya untuk mengobati ibu dulu saja...” akupun berusaha tersenyum untuk meyakinkan bapak terhadap keputusanku ini.

Ya...apa yang bisa kita perbuat di ’negri tak berhati’ ini selain tersenyum ’menertawai atau ditertawai’ kehidupan. Apakah di negri ini garis pembeda yang haq dan yang bathil telah kabur sehingga orang tidak dapat mengetahui lagi benar atau salah dari perbuatannya.

Apakah dinegri ini ’kenormalan’ yang telah mendominasi tindakan manusianya, dan pertimbangan nurani sudah dilupakan. Apakah di negri ini orang-orang yang berusaha benar akan selalu tersubordinasikan oleh iklim ’normal’. Apakah negri ini benar-benar sudah tak berhati ?.

Lukisan Itu Ibarat Essai

Kalau kita menyadari berkesenian adalah tanggung jawab seniman atau pekerja seni maka mereka bertanggung jawab memberikan perenungan tentang hidup kepada orang lain."
Budayawan Mohamad Sobary mengatakan, lukisan sama dengan esai yang anglenya berbeda tapi semangatnya merupakan ungkapan jiwa yang bisa meneduhkan tiap orang.

"Masyarakat kota mempunyai tingkat stres yang sangat tinggi sehingga lukisan adalah sarana positif untuk merelaksasikan pikiran," kata Mohamad Sobary dalam konferensi pers "Jambore Seni Rupa Nasional ke-17" di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, sebuah lukisan bisa membuat seseorang merenung sangat dalam dan mengantarkannya kepada Tuhan.

"Karya seni bisa membuat setiap insan terpesona dan menimbulkan keharuan yang bisa membawa kita kepada suasana kontemplasi yang dalam dalam konteks kemanusiaan," ujar dia.

Ia mengatakan, karya seni bisa menghasilkan kedamaian karena hasil interpretasi pemikiran, nilai hidup secara keseluruhan, dan daya pikir yang tak tergerus oleh zaman.

"Kalau hasil karya seni dipajang di mana pun kita bisa melakukan tempat perjalanan rohani karena merupakan titik kreativitas kita," kata dia.

Menurut dia, Jambore Seni Rupa Nasional ke-17 yang diselenggarakan di Pasar Seni Ancol bertujuan untuk membangun komunitas dan masyarakat serta menjadi ajang gelar karya, transaksi, dialog, maupun sebagai bentuk upaya silaturahmi untuk mempererat hubungan dalam berkesenian.

"Di dalam pasar ada produksi dan konsumen, penjual dan pembeli sehingga ada keseimbangan," ujar dia.

Ia mengungkapkan, Jambore Seni Rupa Nasional menjawab kebutuhan konstektual zaman dan diwarnai oleh kreativitas dari para pelaku seni.

"Kalau kita menyadari berkesenian adalah tanggung jawab seniman atau pekerja seni maka mereka bertanggung jawab memberikan perenungan tentang hidup kepada orang lain," kata dia.

Bertempat di Pasar Seni Ancol, Jambore Seni Rupa 2012 mengambil tema "Seni Rupa sebagai Jalan Menuju Budaya Masyarakat yang Sehat" akan berlangsung pada 2-11 November. Selain berbagai hasil karya seni juga akan menyajikan kuliner khas rakyat dari berbagai daerah.

Tidur ! ! !, Berhentilah Bermimpi

Dahulu engkau mengajak merdu
Dahulu engakau mengajak aku
Dahulu engkau mencintaiku
Dahulu engkau menyayangiku
Dahulu engkau mendekap aku
                Engkau mengajak merdu dahulu
                Engkau mengajak aku dahulu
                Engkau mencintaiku dahulu
                Engkau menyayangiku dahulu
                Engkau mendekapku dahulu
Dahulu engkau kuberi masa
Dahulu engkau kuberi tahun
Dahulu engkau kuberi bulan
Dahulu engkau kuberi minggu
Dahulu engkau kuberi hari
                Karena sumpah manismu
                Karena janji manismu
                Karena gula manismu
                Karena tawa manismu
                Karena tangis manismu
Kini manismu termakan sumpahmu
Kini manismu termakan janjimu
Kini manismu termakan gulamu
Kini manismu termakan tawamu
Kini manismu termakan tangismu
                Dengkurmu mengusik nyamuk bercinta
                Dengkurmu mengusik tikus di lumbung padi
                Dengkurmu mengusik kucing makan tulang
                Dengkurmu mengusik kecoak dalam sarung
                Dengkurmu mengusik babi makan singkong
Kini nyamuk mengusik dengkurmu
Kini tikus mengusik dengkurmu
Kini kucing mengusik dengkurmu
Kini kecoak mengusik dengkurmu
Kini babi mengusik dengkurmu
                Karena engkau lupa dirimu sendiri
                Karena engkau lupa cintamu sendiri
                Karena engkau lupa kasihmu sendiri
                Karena engkau lupa namamu sendiri
                Karena engkau tidur  sejak 1330
Tidur, bukalah dengkurmu
Tidur, bukalah matamu
Tidur, bukalah hatimu
Tidur, bukalah jendelamu
Tidur, bukalah tidurmu
Karena mimpimu lama amat
Bone : 14 Juli 2012 by  Teluk Bone

Puisi : Tidurlah Bone

 TIDURLAH  BONE
Aku tahu
Semua orang tahu
tubuhmu mulai renta
Sepanjang hari sudah bekerja
untuk seisi saoraja

Tapi masih sempat engkau mengintipku
Yang masih bertempur di medan laga
Karena engkau tahu
Perangku belum usai

Kata orang engkau luar biasa
Sisanya luar binasa
Aku masih seperti tikus
Mati di lumbung Lappo Ase

Bone
aku tahu kodokpun tahu
Karena engkau tak ingin
Bekas lukaku terkoyak lagi
Karena engkau tak kuat
Melihat batinku berdarah lagi

Bone
Aku tahu
matamu sudah pedih
Tapi kurasakan hatimu
 belum mengantuk

Bone…
Malam sudah larut
Tidurlah Bone
Engkau kan bermimpi
Esok hari engkau akan bangkit

gita: 10/07/2012

Syair Bugis

SYAIR-SYAIR DARI TANAH BUGIS
Di Tana Ugi, dalam sekian upacara adat, seperti perkawinan, panen raya, ada kalanya  syair-syair dilantunkan atau diucapkan untuk menyemarakkan suasana. Biasanya di acara perkawinan diadakan pertandingan balas membalas syair antara orang-orang tua dari kedua mempelai. Bila salah satu pihak tidak mampu membalasnya, maka gelak tawa akan meledak, sehingga riuh rendahlah acara tersebut.
Anda mungkin tak tahan lagi untuk membacanya ?  Simak tulisan di bawah :
1.    /Degaga pasa’ ri lipumu/balanca ri kampommu/mulinco mabela?/
Artinya :
/Tak adakah pasar di negerimu/belanja di kampungmu/ maka engkau mengembara jauh?/
2.    /Engka pasa ri lipuku/balanca ri kampongku/nyawami kusappa’/
Artinya:
/Ada pasar di negeriku/tempat belanja di kampungku/hanya budi yang kucari/
3.    /Rekko maruddaniki/congako ri ketengnge/tasidduppa mata/
Artinya :
/Bila engkau rindu/tengadahlah ke bulan/kita kan bertemu pandang/
4.    /Temmasiri kajompie/tennia iyya taro jelle’/naiya makkalu/
Artinya :
/Tak bermalu si kacang panjang/bukan ia memasang jenjangan/tetapi dia yang melingkar/
5.    Duai kuwala sappo/unganna panasae/belona kanukue/
Artinya :
/Dua yang kujadikan pagar/bunganya nangka/hasannya kuku/
6.    /Ia teppaja kusappa/rapanna rialae/palangga mariang/
Artinya :
/Yang selalu kucari/bagai yang dijadikan/penopang meriam/
7.    /Nyili’ka buaja bulu/patompang aje tedong/kusala ri majeng/
Artinya :
/Kulihat buaya gunung/bekas tapak kerbau/aku tersalah ingatan/
8.    /Mapanre ritu jemmang/paka ati goari/to mate nasuro/
Artinya :
/Pandai benar orang itu/berhati bilik/orang mati yang disuruh/
9.    /Makkepannipi bojoe,/nrenreppi kua dongi/kunappa massappa’/
Artinya :
/Kalau siput telah bersayap/terbang bagai burung pipit/baru aku merindukanmu/
10. /Gellang ri watang majjekkoe/inanrena Menre’E/bali ulunna bale
Artinya :
/kawat dibentuk membengkok/makanan orang Mandar/lawan dari kepala ikan/
Demikianlah beberapa syair gubahan orang Bugis seringkali mengandung makna yang terselubung yang bersifat puitis. Tapi ada juga syair orang Bugis yang bersifat prosa. Gita kan berupaya menampilkannya, kalau Anda suka ….he…he….Salama topada salama. (Latebo Rindu Kampung Halaman)
(Sumber : Latoa)
http://www.telukbone.org

Monolog Teluk Bone

DUA ORANG ANAK YANG MENGUNJUNGI KUBURAN AYAHNYA

          Ada  dua  orang  anak yang  terlantar  ditinggal  pergi  oleh  ayahnya yang telah meninggal. Pada suatu hari kedua anak itu  merasa sangat lapar, sementara persediaan makanannya sudah habis.Pergilah si adik ke kuburan ayahnya yang sudah meninggal.

Ketika  hari  telah  malam,  terdengarlah   suara  ayahnya  dari  dalam  kubur.  ”Wahai anakku, sebentar lagi aku   akan  kedatangan  tamu,  yaitu orang yang baru meninggal dan  akan  dikuburkan  disini. Menjelang  pagi aku minta bara api untuk memanaskan badan. Tetapi  janganlah  membuka pintu kuburku, masukkan saja melalui lubang ini.

Sebab  kalau  kamu   membuka  pintu  kuburku, kau akan merasa takut karena mataku berwarna merah”.

          Esok harinya,  ketika  matahari mulai nampak diupuk timur, ayahnya mengum- pulkan  bambu  bekas  memasak makanan  dan  bulu  ayam,  lalu diletakkan di dalam sampan  yang  ada  dekat   kuburannya.  Ayahnya   berkata   lagi ;   ”Pergilah anakku, sesampainya  di muara  siramlah  semua  bambu-bambu  dan bulu  ayam  itu. Tetapi jangan  sekali-kali   engkau   tenggelamkan”.   Sesampainya   di   muara,    disiramlah  bambu - bambu   dan   bulu   ayam   tersebut   sesuai  petunjuk   dari  ayahnya.   Maka berubahlah semua menjadi makanan yang lezat, pisang, ayam panggang dan lain-lain.

          Tiba di kampung, dibawanya  makanan  itu ke rumahnya. Ketika kakanya meli- hat  makanan  sebanyak  itu, lalu  bertanya kepada adiknya. ”Dari mana engkau mem-

 peroleh  makanan  yang  lezat-lezat  sebanyak  itu adikku?” ”Aku dapat dari kuburan ayah  kita”,  jawab  adiknya. Mendengar  jawaban adiknya, kakaknya berkata; ”Kalau begitu,  aku  juga  akan  pergi  ke kuburan ayah, supaya dapat kubawa makanan  lebih

banyak  lagi”. Adiknya  menjawab ;  ”Kakak  boleh  pergi,  tapi  mari  dulu kuberikan

nasihat dan  petunjuk  tentang  bagaimana caranya  bila sampai di kuburan ayah kita”.

Rupanya sang  kakak  tidak  menerima  baik  kata-kata  adiknya. ”Apa pantas seorang

adik  memberi  nasihat  dan  petunjuk kepada seorang kakak?” tegasnya. Adiknyapun

mengalah dan diam.

          Hari  berikutnya,  pergilah  si  kakak  ke  kuburan  ayahnya. Sampai di kuburan ayahnya,  terdengarlah  suara  dari  dalam; ”Engkau  juga   datang,  anakku.  Sebentar malam  akan  ada  lagi  tamu  baru  yang  akan  diantar kesini. Tidurlah engkau di atas peti besar yang  ada diatas  kuburanku. Menjelang fajar menyingsing, berikan aku api untuk  memanaskan  badan.  Masukkan  lewat  lubang  kecil  ini, tapi  jangan  engkau buka pintu kuburku, sebab engkau pasti takut melihat mataku yang berwarna merah”

          Namun  dasar  anak  yang  kurang memperhatikan apa yang diberi tahukan oleh ayahnya, lalu  membuka pintu. Karena  terkejut melihat mata ayahnya yang berwarna merah dan menyala, maka larilah sambil berteriak ketakutan.

          Setelah ia sadar, barulah ia  kembali mendekati kuburan ayahnya. Lalu ayahnya yang   kasihan  melihat  anaknya,  dikumpulkannya   bambu-bambu  bekas   memasak makanan  dan  juga  bulu  ayam  yang  diletakkan  di  dalam  sampan  yang  ada dekat kuburannya.

Setelah  itu,  berkatalah  kepada  anaknya ; ”Pergilah  anakku, sesampainya engkau di muara janganlah engkau benamkan bambu-bambu dan bulu ayam itu, tapi siram saja”

          Tetapi  sekali  lagi  si  anak  tidak  menuruti apa yang diperintahkan kepadanya.

Sesampainya  di  muara,  bambu-bambu  dan bulu ayam tadi bukannya disiram sesuai perintah  ayahnya,   bahkan   dibenamkannya.  Makanya   ayamnya   lari,  pisang  dan makanan  yang  lezat-lezat  lainnya,  semuanya  hanyut. Marahlah si kakak menyesali perbuatannya yang tidak menghiraukan nasihat adik dan ayahnya.

          Tiba  di  kampung,   adiknya   bertanya ;  ”Mana  makanan  yang kau bawa dari kuburan ayah  kita?”  Dengan  perasaan  kesal bercampur malu,  ia menjawab ; ”Saya menyesal  tidak  mengikuti  nasihat   adik  dan   perintah   ayah   kita.  Sekarang  saya kembali  dengan   tangan  kosong”.  Dengan  tersenyum  simpul  adiknya  menjawab ; ”Karena itu, sesuatu   nasihat  jangan  dilihat  dari mana yang memberikannya.Dari anak kecilpun patut kita perhatikan. Yang penting nasihat itu berguna bagi kita”.


Cerita Rakyat :

Dibawakan oleh Peserta dari Lembaga Seni Budaya Teluk Bone yang mewakili  Kabupaten Bone PADA SAYEMBARA CERITA RAKYAT SULAWESI SELATAN Tahun 2007 dan meraih Sebagai Juara I Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

Puisi Bugis : Massure'

TADDAMPENGENGNGA MARAJA
(MaafKan Sebesar-besarnya)
IYE TABE ......................TABE .............................TABE
(Iya Permisi......Permisi..... Permisi)
TADDAMPENGENGNGA RILANGKANA TUDANGETTA
(Maafkan saya di singgasanamu)
RITUDANGE JAJARETTA
(Di tempat dudukmu)
KULAKKE-LAKKEKANGNGI PASENG
(Kan kusampaikan Pesan)
RAMPE SEUWAE RIWANUANNA BONE
(Pesan dari Batara di Tana Bone)
TANIA UPOMABUSUNG
(Bukanlah saya mengucapkan kata senonoh durhaka)
KUSORONG RI PALELIMA
(Kuukir di telapak tangan)
SALAMA SUMANGE BENNANG PATI
(Selamat dan semangat benang berkekalan)
TORILOLANGENG TALINGKENNA LABELA
(Menurut kata orang yan mengatakan)
MAKKEDAI LAMENGRIRANA
(Kata orang dulu)
ENGKA GARE ANA PATTOLA
(Ada anak generasi)
ANAKKARUNG MPULAWENG PALILINA BONE
(Anak bangsawan di Tanah Bone)
RIRAMPE RILALENG LIPU
(Disebut di dalam kampung)
LETTU LAO RI SALIWENG PANUWA
(Sampai ke luar Kampung)
NAPOUNGA - UNGA TIMUIYA BELA ANA PATTOLA
(Selalu disebut anak sederajat berdarah bangsawan)
NAUJU SIA PAKKITA
( Diselimuti pandangan mata)
ANA SIPAJAJIANG NAGILING SIAMELLERI
(Anak kerabat raja yang disepakati)
TEPPASIPAJAJIANG GAU MASALA
(Tak pernah melakukan perbuatan melanggar adat)
MASALA RIPANGKAUKENG
(Perbuatan yang Melanggar)
MAKKITA RITAJANG MASSEWAE
(Melihat terang benderang)
NASALEORI APPASE SIMULAJAJI
(Berselimut pesan sejak lahir)
MUTOKKONG RIENGKAMU MAKKITA TAJANG
(Engkau bangkit dikala engkau melihat terang)
ASSEUWANNA DEWATAE
(Karena kebesaran Ilahi)
EPAJAJIAYANGNGENGNGI SEUWA-SEUWAE
(Yang menjadikan Alam semesta)
PURATO MADDIONRO
(Sudah menjadi tatatanan)
KURUMAI SUMANGE'MU
(Berbahagialah kamu sekalian)
NASABA PAKKEGELLI DEWATAE
(Karena hal yang dibenci Tuhan)
TUDANG SARA TEA PANGADERENG
(Duduk merenung tanpa peradaban)
PATTARO ADE MAPPURA ONRO
(Sudah menjadi tatanan Adat)
NARILADUNG NA SIA
(Dibuanglah ia )
AWE KASI ..... AWE...........................
(Amboi Kasihan ..... Amboi......)
SOKKUNI SIA MINASATTA
(Sempurnalah segala harapan)
MAPPURA ONRONI ASSAMATURUSETTA
(Lengkaplah kesepakatan kita)
PURA TOTONI MINASAE
(Sudah suratan harapan)
LIMBANGNI SIA RI MAJE
(Menyeberanglah ia di alam barzah)
LETENI RI PAMMASSEARENG
(Berjalanlah ia di alam kematian)
NAWA-NAWAI TODDONA
(Merenungi Nasibnya)
TODDO PULI TELLARANA
(Nasib takkan berubah lagi)
AWE..................
(Amboi .......)
SAGALA RITU MENNANG
(Kalau ada susah kemudian)
AJA NAOMPO WARAKKARANG
(Jangan muncul pemikiran buruk)
TENGWIJA NALALENGI PAMALENA
(Tak boleh ada generasi yang mendapatkan imbasnya)
PURA MADDIONRONI TOTOE
(Sudah menjadi suratan takdir)
TOTO POLE RIPAMMASE SEUWWAE
(Takdir dari yang kuasa)
ITAWA PUANG DEWATA
(Lihatlah hamba-Mu ya Tuhan)
RI LIPU KASIWIANGKU
(Di tanah kelahiranku)
KUPUMADIMENG RIPAMMASE
(Saya mengharapkn perlindungan-Mu ya Tuhan)
SALIPUNA TEMMADINGING
(Peluklah kami dgn penuh kemesraan)
AWE SEDDI PALE BULO-BULO
(Satu asal muasal)
NAPOLEI SIPADDUWA
(Asal muasal ia keduanya)
NAGILING SIAMELLERI SIPAJAJIANG GAU MASALA
(Kembali menyatu dalam perbuatan melanggar norma)
MASALA RIPANGKAUKENG
(Melanggar karena perbuatan)
NARIYASENNA MALAWENG
(Disebutlah ia Malaweng)
AWE ........
(Amboi ........)
TENNA ELORI DEWATAE
(Dilarang oleh Tuhan)
NAPOSIRI TO MAEGAE
(Pantang bagi orang banyak)
NAMAGELLI ANANGNGE
(Marah orang banyak)
NAIYYA TAU MALAWENGNGE
(Adalah orang yang melanggar Adat)
SAPA TANA TULA PATTAUNGENG
(Merupakan bencana dan kutukan bertahun-tahun)
TEPPARANRU RAUKAJU
(Takkan hidup tumbuh-tumbuhan)
TEPPALORONGI WELARENG
(Takkan menjalar umbi-umbian)
MABELAI GARE BOSIE
(Hujan semakin jauh)
TEPPATUWO TANENG-TANENG
(Takkan menghidupi segala tanaman)
PAPOLEI WISESA
(Mendatangkan wabah)
TEPPAJAJI NAWA-NAWA
(Tak mendatangkan harapan)
AWE.........
(Amboi.......)
RIAPPASENGENG ANA TENCAJI
(Menjadi pesan bagi generasi)
AJA LALO NAITAI BATI
(Janganlah diikuti)
TENRITANENG TAUSENNA
(Tak bisa ditanam batunya)
AJA NALLENGNGE WIJANNA
(Janganlah tumbuh anaknya)
NASABA PAKKEGELLI DEWATAE
(Karena dibenci oleh Tuhan)
PATTARO ADE MAPPURA ONRO
(Sudah menjadi norma dan tatanan harga mati)
by A. Muskamal Bare
Diterjemahkan oleh : Gita
 
Copyright © 2007. Teluk Bone - Indonesia