Panduan Mengetik 10 Jari

Mengetik 10 jari merupakan salah satu keahlian yang sebaiknya dimiliki para penulis maupun orang umum yang sering membuat tulisan dengan mesin ketik maupun dengan komputer. Dengan menguasai teknik mengetik 10 jari akan mendapatkan beberapa keuntungan seperti:

Hemat Waktu: Dengan memakai 10 jari tentu cara mengetik akan lebih cepat sehingga pekerjaan cepat selesai dan hemat waktu.

Papan ketik keyoboard lebih awet: Dengan memakai 10 jari dengan teknik sistematis membuat tekakan pada tombol lebih merata sehingga lebih awet.

Teknik Mengetik 10 Jari


Posisi Jari


agar  mampu menguasai cara mengetik 10 jari, pertama harus tahu dulu teknik yang benar dan tepat menggunakan 10 jari untuk mengetik.

Letakan jari jemarinya tangan sobat sebagaimana terlihat pada gambar-gambar di bawah ini. Lihat warna masing-masing keyboard dan juga masing masing warna pada ujung jari. tombol-tombol keyboard di bagi menjadi dua bagian dengan garis warna hijau. sebelah kiri untuk jari-jari tangan kiri dan sebelah kanan untuk jari-jari tangan kanan.


Pada tangan kiri
jari kelingking (merah): Untuk memencet tombol Q, A, Z, 1 , TAB, CAPSLOCK, SFIT dan CTRL
Jari manis (kuning): Untuk memencet tombol W, S, X, 2, 3
Jari Tengah (hijau): untuk memencet tombol E, D, C, 4
Jari Telunjuk (biru): Untuk memencet tombol E, F, V, T, G, B, 5, 6
Ibu jari kiri: Tombol spasi dan ALT

Pada tangan kanan
Ibu Jari kanan: sama dengan ibu jari kiri digunakan secara bergantian
Jari telunjuk kanan: Untuk tombol Y, H, N, U, J, M, 7, 8
Jari tengah kanan: Untuk tombol L, K dan koma+petik
Jari manis kanan: untuk tombol O, L, titik+> dan 9
Jari kelingking: untuk tombol P, Titik koma, slash, 0 dan tombol lainnya yang berada dikanannya.

Belajar Mengetik 10 Jari dengan Cepat


Mengetik 10 jari adalah sebuah skill atau ketrampilan dan setiap ketrampilan itu pasti membutuhkan latihan. Dengan berlatih secara teratur sobat bolejuga.com akan terbiasa untuk menggunakan 10 jarinya untuk mengetik. Lakukan kebiasaan teknik mengetik 10 jari di atas dengan menerapkannya setiap kali sobat mengetik tulisan. Memang awalnya akan sulit untuk melakukannya.

Mungkin awal-awal kecepatan ketiknya malah lebih lambat dari biasanya. bahkan mungkin mata juga akan lebih lelah karena masih membutuhkan mata agar jari-jari pada posisi yang benar.

Setelah beberapa minggu sobat melatih teknik mengetik 10 jari, maka dengan sendirinya akan terbiasa. Dan pada akhirnya waktu ketikan akan lebih cepat.

Untuk melatih dan membiasakan mengetik 10 jari dengan cepat dan benar, sobat bolejuga.com dapat menggunakan tools online yang disediakan oleh 10fastfinger. Di halaman web ini ada sebuah kolom yang berisi tulisan tidak memiliki arti berupa kata acak.

ketik 10 jari cepat

Sementara di bawahnya sebuah kolom tempat mengetik dimana sampingnya ada sebuah angka waktu untuk menunjukan kecepatan
mengetik.
Selain itu sobat bolejuga.com juga bisa menggunakan sebuah software Typing Master Pro untuk berlatih mengetik 10 jari. DAlam software ini disediakan panduan juga cara mengetik yang baik untuk diterapkan saat menggunakan software tersebut.

(Source : Bole Juga)

Gunung Tinggi di Indonesia

Pulau Sumatra : Gunung Kerinci (3.805 m dpl)

Gunung Kerinci (juga dieja “Kerintji”, dan dikenal sebagai Gunung Kerenci, Gadang, Berapi Kurinci, Korinci, atau Puncak Indrapura) adalah gunung tertinggi di Sumatra, dan puncak tertinggi di Indonesia di luar Papua. Gunung Kerinci terletak di Bukit Barisan, dekat pantai barat, dan terletak sekitar 130 km sebelah selatan Padang. Ia adalah fitur paling terkenal dari Taman Nasional Kerinci Seblat.

Gunung Kerinci merupakan gunung berapi tertinggi di Indonesia (3.805 m dpl). Gunung ini memiliki kawah berbentuk kerucut dengan dinding bagian atas berukuran 600 x 580 meter dan 120 x 100 meter untuk dinding bagian bawah. Kawah ini diisi oleh air dengan warna hijau kekuning-kuningan.

Pada ketinggian 3.805 m dpl menawarkan pemandangan ke empat penjuru mata angin yang sangat mengagumkan.
Kerinci masih aktif dan terakhir kali meletus pada tahun 1970.

Pulau Jawa : gunung Semeru (3.676m dpl)


Gunung Semeru (3.676m dpl) merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa dan merupakan gunung berapi tertinggi ke-tiga di Indonesia. Gunung Semeru terletak di pegunungan Tengger dan bertetangga dengan Gunung Bromo.

Gunung ini menyuguhkan pemandangan yang sangat menarik bagi para pendaki, yaitu letusan vulkanis setiap 10 menit yang menyembur dari kawah Jonggring Saloko.

Selain itu dipertengahan jalur pendakian terdapat danau Ranu Kumbolo dengan luas sekitar 5 Ha menyiratkan kesan tersendiri bagi pendaki Semeru.

Kep.Sunda Kecil : Gunung Rinjani (3.726m dpl)


Gunung Rinjani terletak di Pulau Lombok bagian Utara dengan ketinggian 3,726 m dpl, merupakan gunung berapi tertinggi ke dua di Indonesia. Bagi masyarakat Hindu mereka percaya di puncaknya merupakan tempat suci, tempat tinggal para Dewa. Pendakian ke gunung Rinjani dapat menjadi pengalaman tak terlupakan.

Pada ketinggian 2000 m di atas permukaan laut terdapat kaldera yang membentuk danau Segara Anak. Di tengah-tengah terdapat gunung Barujari yang masih aktif, tempat ini juga merupakan sumber mata air panas yang dipergunakan untuk berobat, sedangkan danau Segara Anak dapat dipergunakan sebagai tempat memancing.

Pulau Kalimantan : Gunung Bukit Raya (2.278m dpl)

Seharusnya puncak tertinggi di pulau ini adalah puncak gunung Kinabalu (4.095 m dpl), akan tetapi berhubung puncak tersebut berada di negeri jiran Malaysia, maka tidak termasuk kedalam kelompok tujuh puncak tertinggi di tujuh kepulauan atau pulau Indonesia.

Untuk itu puncak tertinggi di pulau Kalimantan dipegang oleh puncak Gunung Bukit Raya dengan ketinggian 2.278 meter dari permukaan laut. Gunung ini berada di perbatasan propinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan tengah. Puncak bukit raya terletak di Pegunungan Schwaner yang berada pada kawasan Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya.
Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya merupakan Kawasan konservasi yang terletak di jantung Pulau Kalimantan. Kawasan ini memiliki peranan penting dalam Fungsi hidrologis sebagai catchment area bagi Daerah Aliran Sungai Melawi di Kalimantan Barat dan Daerah Aliaran Sungai Katingan di kalimantan Tengah. Kawasan hutan Bukit Baka-Bukit Raya Merupakan perwakilan tipe ekosistem hutan hujan tropika pengunungan yang mendominasi puncak-puncak pegunungan Schwaner

Pulau Sulawesi : Gunung Jatimojong (3.430m dpl)

Puncak gunung tertinggi di pulau ini dipegang oleh pegunungan Latimojong dengan puncak tertingginya bernama Rante Mario memiliki ketinggian 3.430 m dari permukaan laut.
Pegunungan Latimojong ini berada di kabupaten Enrekang propinsi Sulawesi Selatan, pada koordinat 120°01’30″ BT – 03°23’01″ LS serta bukan merupakan gunung berapi. Akses rute normal pendakiannya berawal dari desa Karangaan
Kepulauan Maluku : Gunung Binaiya (3.027m dpl)


Gunung Binaiya yang merupakan puncak tertinggi di kepualan Ambon ini berada tepatnya di pulau Seram. Berdiri dengan ketinggian 3027m dpl dan berada pada posisi geografis 3° 10′ LS dan 129° 28′ BT.

Selain itu gunung ini juga mempunyai dua puncak lainnya yang mempunyai ketiggian 3019m dpl dan 3011m dpl. Gunung yang jarang dijamah pendaki gunung ini mempunyai tantangan tersendiri yaitu dikarenakan kita akan dihadapkan pada titik awal pendakian mulai dari 0 m dpl.

Gunung ini berada dalam ruang lingkup Taman Nasional Manusela yang mempunyai luas 189.000 ha. Curah hujan cukup tinggi di taman nasional ini, rata-rata 2000 mm per tahunnya, dan musim penghujan terjadi pada bulan November hingga April dan musim kemarau pada bulan Mei hingga Oktober.


Pulau Irian : Pegunungan Jaya Wijaya /Punak Cartenzs (4.884m dpl)


Puncak gunung tertinggi di pulau ini adalah merupakan juga puncak tertinggi di Indonesia dan juga masuk kedalam salah satu Seven Summit di tujuh benua dunia, yaitu Cartenzs Pyramid dengan ketinggian 4.884 m dari permukaan laut, puncak Carstenzs berada didalam kawasan pegunungan Jaya Wijaya pada posisi 04º03’48″LS 137º11’09″BT, yang merupakan gunung karang (limestone), dan terdapat hamparan salju abadi dibeberapa tempat di pegunungan ini. Gunung yang berada di provinsi Papua ini bisa diakses lewat rute normal dari desa Ilaga.

puncak Cartensz Indonesia patut berbangga dengan keunikan dan kekayaan alam serta tradisi masayarakatnya. Kali ini, Carstenz Pyramid atau yang bisa disebut dengan puncak jaya, juga berada di Papua. Puncak Carstensz ini merupakan puncak tertinggi di Australia dan Oceania. Mengapa tidak di Asia? Karena puncak tertinggi di Asia sudah dipegang oleh Gunung Himalaya yang ada di perbatasan India dan Cina.

Perbedaan Sekuler, Sekularisme dan Sekularisasi

Penggunaan kata dalam tatanan lisan maupun tulisan, dalam kamus hingga ensiklopedi sekalipun, tidak segera memberi pembedaan pada definisi dan berkembangnya pengertian sebuah kata atau konsep. Demikian halnya penggunaan kata “sekuler”, “sekularisme” dan “sekularisasi”, telah dipakai atas cara bertentangan, atau disamakan begitu saja pengertiannya, sehingga bahkan maksud baik yang sama sekalipun seolah bertentangan.
Singkat untuk menjelaskan bahwa sekuler adalah sebuah pengertian netral. Ia tidak terkait dengan paham, tetapi bermakna tanpa kualifikasi baik atau buruk, fundamentalis atau liberal. Kata “sekuler” berasal dari kata Latin “seculum” berarti “dunia”, “bumi” kita berada. Kita kiranya sepakat, bahwa dunia dan bumi kita adalah tempat kita dilahirkan, dibesarkan dan akan dike-bumi-kan (dikubur). Dunia kita mengisi semua kita, sesama, manusia yang satu dan sama, dan karena itu, bumi adalah tempat yang “netral”.
“Sekularisme” tidak identik dengan “sekuler”. Sekularisme telah tumbuh dan berkembang sebagai suatu paham dan ideologi yang memisahkan diri sama sekali suatu bentuk keyakinan tertentu. Sekularisme lalu diidentikkan dengan “atheisme” karena tidak mengakui adanya “Yang Ilahi”. Dunia ini dianggap tidak ada sangkut pautnya dengan apa pun. Karena itu, bahkan batasan atau definisi “sekularisme” berarti paham menolak mengakui adanya “Pencipta”, “Dunia lain dari dunia ini”. Dalam paham sekularisme -  karena tidak diakui adanya “Yang Ilahi” - sekularisme identik dengan atheisme.
Apa yang dimaksudkan “Sekularisasi”? Sekularisasi adalah gerakan atau reaksi wajar untuk menerima otonomi dunia di satu pihak, dan di lain pihak mengakui adanya eksistensi “Yang Ilahi” serta segala bentuk ajarannya. Sekularisasi bertolak belakang dengan sekularisme yang menyangkal eksistensi dan otonomi “Yang Ilahi”.
Dalam gerakan sekularisasi, disadari bahwa di hadapan otonomi “Yang Ilahi” dan institusinya, dunia (sekuler) juga memiliki institusi dan hukum-hukumnya. Latarbelakang pemisahan Otonomi Dunia dan otonomi “Yang Ilahi” dan perangkatnya muncul dari kesadaran masyarakat setelah revolusi Perancis dan modernisme sendiri, bahwa wilayah rohani dan ajarannya tidak dapat melakukan “monopoli”, antara lain misalnya, tafsir terhadap otonomi dunia, yang telah majemuk masyarakatnya. Atau secara positif dikatakan, agama (dan ajarannya) memiliki otonominya sendiri dan dunia (masyarakat luas) memiliki wilayah pergaulan yang khas, meskipun di dalam masing-masing pluralitas (kepelbagaian) masyarakat itu, terdapat antara lain orang-orang yang mengakui otonomi dan kekhasan agamanya.
Hasil dari kesadaran proses sekularisasi adalah pengakuan pluralitas masyarakat bukan sebatas pluralitas keyakinan, tetapi pelbagai pluralitas lainnya, terutaman pluralitas iman itu. Proses sekularisasi adalah penting bagi setiap institusi keagamaan sebagai kenisbian, agar masyarakat tidak hanya menerima dan melakukan monoloyalitas pada otonomi agama dan ajarannya (antara lain, berujung fundamentalisme), tetapi menerima dan mengakui otonomi dan eksistensi keyakinan lain dan institusinya, dalam dunia yang satu dan sama. Mereka bersama adalah penduduk “sekuler”, tetapi memiliki keteguhan iman yang “sehat” dan berimbang, karena pengakuan akan adanya “sesama manusia”, meski (atau terpaksa) berbeda keyakinan dogmatis keagamaan.
Dalam arti sedemikian, semua orang beragama menolak Sekularisme yang menyangkal otonomi agama dan dogmanya. Sementara, sekularisasi telah menjadi bagian dari kehidupan kita, suka tidak suka, menyangkal atau menolak, ketika menjadi kenisbian belaka, bahwa kita perduli dan mengakui eksistensi orang berbeda ideologi, terutama berbeda keyakinan akan Yang Ilahi. Karena, di dalam rumah kita, ada yang harus ke Masjid, ke Pura, atau ke Gereja. Dan mereka membangun persaudaraan sejati, yang dalam keyakinan (iman yang) inklusif terbuka, mereka adalah saudaraku. Itu hasil dari proses sekularisasi dan atau keyakinan iman dan ajaran agama inklusif yang menerima pluralitas masyarakat dan keyakinan.

Sekularisme atau sekulerisme dalam penggunaan masa kini secara garis besar adalah sebuah ideologi yang menyatakan bahwa sebuah institusi atau harus berdiri terpisah dari agama atau kepercayaan. Sekularisme dapat menunjang kebebasan beragama dan kebebasan dari pemaksaan kepercayaan dengan menyediakan sebuah rangka yang netral dalam masalah kepercayaan serta tidak menganakemaskan sebuah agama tertentu.
Sekularisme juga merujuk ke pada anggapan bahwa aktivitas dan penentuan manusia, terutamanya yang politis, harus didasarkan pada apa yang dianggap sebagai bukti konkret dan fakta, dan bukan berdasarkan pengaruh keagamaan.
Tujuan dan argumen yang mendukung sekularisme beragam. dalam Laisisme Eropa, di usulkan bahwa sekularisme adalah gerakan menuju modernisasi dan menjauh dari nilai-nilai keagamaan tradisional. Tipe sekularisme ini, pada tingkat sosial dan filsafats seringkali terjadi selagi masih memelihara gereja negara yang resmi, atau dukungan kenegaraan lainnya terhadap agama.

Mata Pelajaran Bahasa Daerah Tetap Ada di Kurikulum 2013

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh menegaskan bahwa mata pelajaran bahasa daerah masih tetap ada dalam kurikulum 2013 yang pelaksanaannya diserahkan kepada masing-masing daerah.

"Saya tegaskan bahwa mata pelajaran bahasa daerah tetap ada sehingga tidak perlu dikhawatirkan," kata Nuh kepada pers di Jambi, Minggu.

Disela kunjungan dua hari di Jambi Mendikbud Nuh mengatakan bahwa mata pelajaran bahasa daerah tetap ada yakni di kolom kurikulum seni budaya dan prakarya.

Bahasa daerah dan kelompok muatan lokal lainnya tetap terbuka untuk dimasukkan ke kurikulum.

Mata pelajaran bahasa daerah, lanjut Nuh, tetap sejajar dengan mata pelajaran yang lain. Kemdikbud akan menyampaikannya ke publik setelah uji publik terumuskan.

Diakui Nuh, masih banyak pihak yang belum mengetahui bahwa bahasa daerah tetap ada sehingga menimbulkan polemik di masyarakat.

"Sekarang banyak yang protes karena mereka belum jelas mengenai kurikulum baru ini. Kemdikbud akan menyampaikannya ke publik," kata Nuh.

Pelajaran bahasa daerah, katanya, disesuaikan pada daerah masing-masing seperti di Jawa Tengah dan Jawa Timur menggunakan bahasa Jawa.

Demikian juga di Sumatera Utara bisa menggunakan bahasa lokal setempat walau setiap provinsi memiliki banyak etnis yang berbeda.

Mendikbud larang tes Membaca, Menulis, Berhitung (calistung ) di ujian masuk SD

 
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh melarang sekolah melakukan tes membaca, menulis dan berhitung (calistung) untuk siswa yang akan masuk ke Sekolah Dasar (SD).

"Saya perintahkan kepada kepala dinas pendidikan untuk melarang pihak sekolah dasar melakukan tes calistung atau membaca, menulis dan berhitung saat masuk SD," katanya di Semarang, Jawa Tengah, Minggu.

Menurut dia, idealnya membaca, menulis dan menghitung baru diajarkan kepada siswa SD bukan siswa taman kanak-kanak.

"Taman kanak-kanak itu bukan sekolah. Yang namanya sekolah adalah dimulai SD dan seterusnya" kata dia serta menambahkan seharusnya membaca, menulis dan berhitung tidak diajarkan kepada siswa taman kanak-kanak.

Nuh juga meminta SD lebih fleksibel dalam menerima siswa baru, khususnya dalam hal umur.

"Kalau muridnya berumur enam tahun kurang beberapa bulan silakan diterima," katanya saat menyosialisasikan Kurikulum 2013 kepada sekitar 350 rektor, pejabat Dinas Pendidikan, kepala sekolah dan guru se-Jawa Tengah. (Kompas)

Sistem pengganti RSBI diterapkan tahun ajaran baru

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan sistem pengganti untuk sekolah kategori Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) akan diterapkan pada tahun ajaran baru.

"Sekarang masih tengah semester. Masih ada sisa sekitar empat bulan lagi. Jadi seluruh program harus jalan sampai akhir semester," katanya di Jakarta, Rabu.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan akan berkonsultasi dengan Mahkamah Konstitusi tentang nasib sekolah bekas RSBI dan SBI negeri dan swasta setelah pembatalan pasal 50 ayat 3 Undang-Undang 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Dia berharap nilai-nilai positif RSBI dan SBI tidak dihilangkan.

Dia juga berharap pembatalan ketentuan tentang RSBI tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar dan mematahkan semangat anak-anak yang belajar di sekolah dengan kategori itu.

Saat ini ada sekitar 1.300 sekolah berlabel RSBI mulai dari SD hingga SMA di Tanah Air.

Kurikulum 2013 berlaku penuh 2014

Mendikbud Mohammad Nuh menegaskan bahwa Kurikulum 2013 akan berlaku penuh di seluruh Indonesia pada tahun ajaran 2014, sementara tahun ini ditargetkan pemberlakukannya mencakupi 30 persen wilayah.

"Penerapan yang nggak total itu khusus untuk sekolah dasar atau SD, yakni minimal 30 persen dari SD yang ada di setiap kabupaten, tapi tahun berikutnya (2014) sudah harus 100 persen," katanya di Malang, Sabtu.

Setelah berbicara dalam Sosialisasi Kurikulum 2013 di hadapan guru se-Malang Raya di Grha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM), ia menjelaskan penerapan minimal 30 persen itu tidak menutup kemungkinan penerapan dengan jumlah lebih dari itu.

"Kalau ada daerah yang bisa 100 persen seperti Surabaya ya silakan saja, karena penerapan 30 persen itu sifatnya minimal. Penerapan minimal itu kami lakukan karena sumber daya manusia Kemendikbud yang terbatas, tapi 2014 sudah harus berlaku total dan di seluruh Indonesia," katanya.

Ditanya kriteria 30 persen SD yang akan memberlakukan Kurikulum 2013 itu, ia mengatakan kriterianya tetap berkeadilan yakni merepresentasikan sekolah negeri dan swasta, serta merepresentasikan akreditasi A, B, dan C.

"Kita memiliki SD sebanyak 148 ribu, karena kalau 30 persen saja sudah ada 48-49 ribu guru SD yang harus dilatih untuk melaksanakan Kurikulum 2013. Itu jumlah yang banyak, sehingga kalau lebih dari itu ada keterbatasan," katanya.

Dalam sosialisasi kurikulum baru di dua lokasi yakni Gresik dan Malang Raya, para guru yang mengikuti acara itu antara lain menanyakan Bahasa Daerah yang tidak ada dalam Kurikulum 2013.

"Bahasa Daerah itu bisa dimunculkan dalam mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya atau muatan lokal, jadi bukan dihilangkan, tapi diserahkan kepada pemerintah daerah setempat atau dinas pendidikan setempat," katanya.

Mengenai bentuk penerapan Bahasa Daerah oleh daerah setempat, ia mengaku hal itu akan diatur dalam PP tentang Seni Budaya dan Prakarya serta muatan lokal, kemudian pemerintah daerah dapat menerbitkan perda atau kepala dinas pendidikan setempat menerbitkan surat edaran.

"Tapi, rujukan surat atau perda itu, namun Bahasa Daerah yang dimaksud bisa berbeda antarkabupaten, karena misalnya di Jatim saja ada Bahasa Jawa, Bahasa Madura, dan lainnya," katanya.

Dalam sosialisasi itu, para guru umumnya siap melaksanakan kurikulum baru itu, karena Kurikulum 2013 tidak akan membuat guru menjadi sibuk dengan merancang silabus dan pola pembelajaran, sehingga efektivitas pembelajaran lebih maksimal.(antara)

Reduplikasi Bahasa Bugis Dialek Bone


Bahasa daerah merupakan bahasa ibu perlu dilestarikan karena bahasa daerah merupakan bagian dari kebudayaan daerah dan juga merupakan unsur kebudayaan nasional. Bahasa daerah harus tetap dipertahankan, salah satu bahasa daerah itu adalah bahasa Bugis.
Bahasa Bugis digunakan oleh suku Bugis. Suku Bugis adalah salah satu dari berbagai suku bangsa di Asia Tenggara dengan populasi lebih dari empat juta orang. Orang Bugis berasal dari suku Bugis yang berada di daerah Bugis yaitu Sulawesi Selatan. Sulawesi Selatan sebagai salah satu provinsi dan ibu kotanya masuk dalam kategori kota metropolitan di Indonesia. Berbagai etnis ada di provinsi tersebut, namun etnis atau suku aslinya adalah Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja. Keempat etnis ini merupakan suku terbesar di Sulewesi Selatan.
Walaupun etnis Bugis lebih dominan, akan tetapi fenomena penggunaan bahasa masih bervariasi. Hal itu disebabkan karena bahasa Bugis memiliki dialek-dialek yang berbeda, misalnya Bugis dialek Bone berbeda dengan dialek Makassar, Mandar, Toraja dan lain sebagainya. Namun, perbedaan itu merupakan ciri dari daerah itu sendiri dan menunjukkan perbedaan dengan daerah yang lain.
Masyarakat Bugis sekarang tidak hanya berada di Sulawesi Selatan saja. Keberadaan mereka hampir di seluruh pelosok Indonesia, seperti di ibu kota daerah, bahkan di pedesaan sekalipun. Misalnya kota Tarakan, sebagian penduduknya berasal dari suku Bugis dengan berbagai dialek, seperti dialek Bone, Makasar, Mandar, Toraja dan lain sebagainya. Hal ini membuktikan bahwa suku Bugis mempunyai peranan penting di kota Tarakan.
Suku Bugis di Tarakan menggunakan bahasa Bugis sebagai bahasa ibu, dan bahasa Bugis sebagai bahasa pergaulan sehari-hari, sedangkan bahasa Indonesia hanya digunakan dalam situasi formal. Bahasa Bugis memiliki sistem yang sama dengan bahasa-bahasa lain yang terdapat di Indonesia, seperti afiksasi, reduplikasi, dan pemajemukan.
Perlu diketahui bahwa reduplikasi atau kata ulang dalam bahasa Bugis memiliki perbedaan dengan reduplikasi dalam bahasa Indonesia. Misalnya, Magai iko maccai-cai lao ri iyya’ Kenapa kamu selalu marah-marah padaku’. Kata macai merupakan bentuk dasar bahasa yang berarti’marah’,jika kata tersebut direduplikasi akan menjadi maccai-cai’marah-marah’. Bentuk maccai–cai tersebut merupakan bentuk ulang dengan mengulang suku kata dari bentuk dasar.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa bahasa Bugis memiliki sistem reduplikasi berbeda dengan bahasa yang lain. Reduplikasi dalam bahasa Bugis perlu diteliti agar sistem yang ada dapat diketahui dan dipelajari..Ini merupakan sebuah tantangan.

Makna Kata Sapaan : Iyye' Iyyo, Iko,dan Tabe' di kalangan Bugis Bone

Sebelum memasuki topik tulisan ini, yaitu Makna Kata Sapaan : Iyye' Iyyo, Iko,dan Tabe' di kalangan Bugis Bone, maka ada baiknya menyimak yang berikut ini.

A. Kata Sapaan dalam Bahasa Indonesia

Kata sapaan adalah kata yang digunakan untuk menegur sapa orang yang diajak berbicara (orang kedua)  atau menggantikan nama orang ketiga. Berikut adalah beberapa contoh kata yang dapat digunakan sebagai  kata sapaan.

(1) Nama diri, seperti Parno, Minah. 
(2) Kata yang tergolong istilah kekerabatan, seperti bapak, ibu, paman, bibi, adik, kakak, mas, atau abang.
(3) Gelar kepangkatan, profesi atau
jabatan, seperti kapten, profesor, dokter, sopir, ketua, lurah, atau camat.
(4) Kata nama, seperti tuan, nyonya, nona, Tuhan, atau sayang.
(5) Kata nama pelaku, seperti penonton, peserta, pendengar, atau hadirin.
(6) Kata ganti persona kedua Anda.

Penggunaan kata sapaan itu sangat terikat pada adat-istiadat setempat, adat kesantunan, serta situasi dan kondisi percakapan. Itulah sebabnya, kaidah kebahasaan sering terkalahkan oleh adat kebiasaan yang  berlaku di daerah tempat bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang. Namun, yang perlu diingat dalam hal  ini adalah cara penulisan kata kekerabatan yang digunakan sebagai kata sapaan, yakni ditulis dengan huruf awal huruf kapital. Contoh:

(1) Adik sudah kelas berapa?

(2) Selamat pagi dok(ter).

(3) Selamat siang prof(fessor)

(4) Hari ini kapten bertugas di mana?

(5) Setibanya di Makassar, Tuan akan menginap di mana?

Nah, bagaimana kalau kata sapaan dalam bahasa Bugis?, berikut penjelasannya.

B. Kata Sapaan dalam Bahasa Bugis

Makna Kata Sapaan : Iyye' Iyyo, Iko,dan Tabe' di kalangan Bugis Bone mungkin sebagian besar masyarakat bugis Bone telah memahaminya, namun tak apalah bila saya uraiakan sekali lagi karena bukan mustahil masih banyak yang kurang mengerti dan memahaminya khususnya dikalangan generasi. Beberapa waktu yang lalu saya diundang menjadi pemandu suatu kegiatan tentang pelestarian budaya dan  kegiatannya dilaksanakan di Watampone, seringkali saya mendapati guyonan yang menyegarkan  dari  narasumber yang duduk di sebelah kanan saya, narasumber dari Lembaga Adat Bone. Terus terang saya suka caranya memberikan pemahaman kepada para peserta tentang budaya Bugis, khususnya terkait hal - hal prinsipil untuk diketahui menyangkut tata krama pergaulan sosial dikalangan Bugis.
Tidak dapat disangkal banyak pemandu (guide) yang jago berbahasa asing, fasih berbahasa inggris dengan  turis - turis mancanegara namun terkadang menemui kendala menjawab pertanyaan turis menyangkut budaya  dan tradisi masyarakat setempat. Maaf, pasalnya sang pemandu tidak berupaya memahami bahasa pergaulan  yang sering digunakan berkomunikasi menyangkut tata krama pergaulan sosial daerah setempat. Ada beberapa kata sapaan menyangkut tata krama dan bahasa pergaulan yang mesti diketahui ketika berada  dalam lingkungan masyarakat Bugis, misalnya kata Tabe’Iyye,Iyyo, dan Iko. Berikut ini saya mencoba  menjelaskan satu persatu.

1. Tabe'
Kata Tabe’ berarti permisi,yakni kata sapaan yang sifatnya lebih halus umumnya diucapkan ketika lewat  di depan orang, khususnya orang yang kita hormati, teman, sahabat, orang tua, atau siapa saja yang kita  hormati. Mengucapkannya sambil menatap dengan ramah kepada orang di depan kita, menundukkan kepala  sedikit dan menurunkan tangan kanan. Dalam komunikasi sosial, kata tabe’ adalah kata yang sopan, dan sebagai “kata yang sopan”, orang yang mengucapkannya akan mendapatkan apresiasi dari orang sekitarnya.

2. Iyye
Untuk kata Iyye, bermakna "ya" atau mengiyakan,dan kata ini adalah pilihan kata yang sangat sopan dan  halus. Kata ini sering digunakan bila berkomunikasi dengan siapa saja terutama kepada orang yang kita  hormati. Terkadang kita jumpai mengiyakan dengan cara anggukan kepala dan menggoyangkan kening kepada  lawan bicaranya, hal ini dianggap tidak sopan apalagi dalam forum resmi. Mengucapkan kata "Iyye" bisa  dengan menundukkan kepala sedikit (sedikit saja seperti anggukan kepala). Mengucapkannya sekali saja,  sampai dua atau tiga kali masih cukup sopan, “Iye, iye … Iyye”. Tapi mengucapkannya kata “Iyye”  tersebut sudah lebih dari tiga kali maka bisa menimbulkan ketersinggungan atau sudah dapat dipandang  sebagai kurang ajar (mauni sokko na manu narekko maulingngi), dalam bahasa lokal bugis disebut matempo  dan dalam bahasa Makassar disebut “patoa-toai”, Ini berlaku umum, baik kerabat, bukan kerabat, dan  orang luar, terlebih lagi bagi orang Bugis. Disinilah pentingnya memahami “Konsepsi Bugis tentang Tau’  (Manusia) dan Sipakatau (saling memanusiakan)”.

3. Iyyo
Kata sapaan Iyyo juga bermakna "ya" dianggap tidak sopan dan kasar.  Misalnya ada orang bertanya,  “Mau-ki ikut ke Soppeng ?”. Jika dijawab “Iyyo” maka itu berarti tidak sopan, tapi jika dijawab “Iyye”,  itu jawaban yang sangat sopan.

4. Iko
Kata Iko atau kamu sering digunakan menjawab atau mengiyakan suatu pertanyaan secara gamblang. Kata ini dianggap tidak sopan khusus menyangkut sopan santun dan tata krama dikalangan Bugis. Namun sering juga digunakan di lingkungan keluarga yang sifatnya internal. 
Ada kata - kata dalam Bahasa Bugis yang seharusnya tidak diucapkan dalam pergaulan sosial, apalagi jika  berkomunikasi dengan orang tua atau orang yang dituakan seperti : iyyo,iko, buntalli, ciballe, tilaso,  tilessi, cundekke, dan lain sebagainya. Adapun yang dianggap sopan dan bertata krama seperti : Iyye,  dan lain sebagainya. 
Tata krama dan sopan santun juga ditunjukkan lewat cara duduk bersila (tudassalekka), cara berdiri yang  tidak boleh berkacak pinggang atau membusungkan dada, cara mempersilakan, cara menerima tamu (mattopole), dan lain sebagainya. Terdapat pula Tata krama dan sopan santun menyangkut juga suatu kata pantas atau tidak pantas diucapkan. Dahulu, seorang istri dianggap luntur akad nikahnya jika si istri berani menyebut nama suaminya secara langsung, bisa dianggap “makurang ajara' atau kurang ajar”. Makanya si istri hanya memanggil suaminya dengan nama samaran atau nama panggilan (Panggilan Paddaengeng), atau terkadang, hanya menyebut dengan menghubungkan nama anaknya, misalnya ambo'na Aco,Abbana Aso,Ettana Esse, Mamminna Minah, ambo'na sitti, dan lain sebagainya. Demikian juga suami, sangat ditabukan menyebut dan memanggil istrinya dengan nama asli. Demikian sedikit untaian dalam tata krama dan bahasa pergaulan yang sopan (beradat dan beradab) dalam lingkungan sosial masyarakat Bugis khusunya masyarakat bugis Bone. (*)

Oh ... Guruku Bacalah Ini


Perkembangan teknologi dewasa ini mengalami peningkatan yang sangat pesat, hal ini adalah hal yang mau tidak mau harus diikuti, jika perlu harus di akselerasi lebih cepat lagi agar generasi kita tidak menjadi generasi plagiator atau generasi konsumtif. Kita harus melepaskan diri sebagai objek/target negara-negara yang lebih dulu menguasai teknologi. Perkembangan teknologi yang ada disekitar kita merupakan senjata bagi negara lain untuk menyerang generasi kita agar lumpuh dan tumpul dalam berbagai aspek, sehingga kita dapat dipastikan menjadi negara bulan-bulanan target kemajuan teknologi tanpa mampu mengimbangi, jangankan menciptakan, mengimbangi atau mengikuti saja sudah tidak mampu. Perkembangan teknologi yang diterima generasi saat ini mampu menciptakan ledakan informasi yang sangat hebat. Jika kita tengok ke kebelakang sekitar tahun 80-an, kecepatan
pertumbuhan pengetahuan berjalan 13% persen per tahun, hal ini berarti bahwa pengetahuan yang akan berkembang menjadi 2 kali lipat hanya dalam jangka waktu 5,5 tahun. Ini berakibat pengetahuan dalam bidang tertentu menjadi "kadaluarsa" hanya dalam waktu kurang lebih 2,5 tahun. (Dikutip dari Miguel Ma.Vareka, Education for Tomorrow, APEID, Unesco PROAP, Bangkok, 1990, oleh Santoso S. Hamidjojo).
Akselerasi teknologi juga berlaku didunia pendidikan. Kita bisa memperhatikan teknik-teknik inovasi pembelajaran yang ada di dunia pendidikan Indonesia dewasa ini, hal ini merupakan salah satu geliat pertumbuhan pengetahuan yang terjadi di dunia pendidikan. Guru dituntut untuk menjadi terdepan dalam penguasaan teknologi sebagai salah wujud akselerasi pengetahuan yang mutlak harus di transfer kepada generasi penerus. Hal ini untuk menghindari terjadi gap yang telalu lebar antara penguasaan pengetahun guru dengan penguasaan pengetahuan anak didiknya. Guru yang pada awalnya sebagai sumber, sekarang bergeser essensi-nya menjadi seorang fasilitator yang harus mampu menjembatani antara perkembangan pengetahuan dan teknologi dengan anak didiknya. Hal ini harus memicu para guru agar mau dan mampu berkompetisi dalam alur perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus menerus maju. Jika perlu, guru dipaksa belajar dan terus belajar agar mereka tidak tertinggal dari ilmu pengetahuan dan informasi yang berkembang pada lingkungan anak didiknya. Sungguh hal yang tidak lucu jika ternyata ada anak didik yang menjadi malas belajar karena pengetahuan dan teknologi yang dikuasai gurunya di nilai telah kadaluarsa oleh anak didiknya atau orang tua anak didik. Hal ini bukan hanya mengganggu proses belajar mengajar dikelas tapi menunjukan kemunduran dalam perkembangan pendidikan yang ada dilingkungan tersebut, dimana ternyata lingkungan masyarakat lebih maju dari pada lingkungan pendidikan dalam hal pengetahuan teknologi dan informasi.
Hal yang urgen untuk dilakukan mulai sekarang adalah meningkatkan kualitas guru, pendidik dan tenaga kependidikan untuk bisa mengimbangi perkembangan teknologi dan informasi, agar tujuan mulia pendidikan dapat tercapai dalam waktu yang cukup singkat. Kenapa harus menunggu hari esok jika ternyata apa yang ada dalam lingkungan disekitar sudah tersedia? Tersedia disini bukan dalam arti lengkap atau mencukupi kebutuhan pembelajaran, tapi menunjuk kearah pemanfaatan secara maksimal segala resource yang sebenarnya sudah tersedia walaupun mungkin belum kita sadari sepenuhnya.
Dibawah ini mungkin secuil kendala baik oleh guru atau siapapun yang terlibat dalam mengelola pendidikan:
  • Waktu, orang yang terlibat dalam dunia pendidikan seakan selalu mengkambing hitamkan waktu yang katanya sangat sedikit untuk dapat mentransfer ilmu sebaik mungkin. Padahal waktu itu tersedia banyak untuk melakukan berbagi inovasi pendidikan dan pembelajaran.
  • Media pembelajaran, hal ini juga yang selalu menjadi alasan seorang guru untuk melakukan transfer ilmu dengan baik. Padahal jika kita telisik banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mentransfer ilmu kepada anak didik tanpa harus selalu menggunakan media pembelajaran yang seharusnya. Pertanyaan kecil, kenapa orang dulu mampu menerima dan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dari bangku sekolah dengan baik? Pemanfaatan yang tidak maksimal berbagai resource yang tersedia adalah salah satu bentuk kurangnya kompetensi guru dalam meramu suatu metode pembelajaran yang baik.
  • Kebijakan, hal ini yang kemudian muncul menghiasi nuansa pendidikan Indonesia, lembaga yang berkewenangan mengelola pendidikan justru terlena dalam berbagai argumen-argumen berbau kebijakan sepihak. Seakan mereka ingin menunjukan wajah pendidikan Indonesia dengan kebijakan yang dibuat sebagai suatu patokan utama yang tidak boleh dilanggar oleh siapapun, dan mereka ingin menunjukan bahwa ini adalah kebijakan yang bisa mengeluarkan Indonesia dari krisis pendidikan yang berkepanjangan. Tapi sayang, kemudian kebijakan itu membelit para pelaksana pendidikan yang ada dilapangan, sehingga ide-ide brilian yang harusnya menjadi pemicu inovasi pendidikan menjadi mandek. Kepentingan-kepentingan yang datang dari sumber yang tidak ada hubungannya dengan pendidikan justru menjadi hal yang harus dibuat kebijakan oleh lembaga-lembaga yang berwenang dalam mengeluarkan kebijakan. Pendidikan dalam arti sebenarnya tersisihkan oleh kepentingan tersebut, bukannya berkembang tapi justru pendidikan Indonesia dikebiri tanpa daya.

Mengenal Ganja, Heroin, Morfin, dan Kokain

1. Ganja (Cannabis sativa syn. Cannabis indica) adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal karena kandungan zat narkotika pada bijinya, tetrahidrokanabinol (THC, tetra-hydro-cannabinol) yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab). Tanaman ganja biasanya dibuat menjadi rokok mariyuana.
Tanaman semusim ini tingginya dapat mencapai 2 meter. Berdaun menjari dengan bunga jantan dan betina ada di tanaman berbeda (berumah dua). Bunganya kecil-kecil dalam dompolan di ujung ranting. Ganja hanya tumbuh di pegunungan tropis dengan ketinggian di atas 1.000 meter di atas permukaan laut.
Ganja menjadi simbol budaya hippies yang pernah populer di Amerika Serikat. Hal ini biasanya dilambangkan dengan daun ganja yang berbentuk khas. Selain itu ganja dan opium juga didengungkan sebagai simbol perlawanan terhadap arus globalisme yang dipaksakan negara kapitalis terhadap negara berkembang. Di India, sebagian Sadhu yang menyembah dewa Shiva menggunakan produk derivatif ganja untuk melakukan ritual penyembahan dengan cara menghisap hashish melalui pipa chilam/chillum, dan dengan meminum bhang
Kontroversi
.Di beberapa negara tumbuhan ini tergolong narkotika, walau tidak terbukti bahwa pemakainya menjadi kecanduan, berbeda dengan obat-obatan terlarang jenis lain yang menggunakan bahan-bahan sintetik atau semi sintetik dan merusak sel-sel otak, yang sudah sangat jelas bahayanya bagi umat manusia. Di antara pengguna ganja, beragam efek yang dihasilkan, terutama euforia (rasa gembira) yang berlebihan serta hilangnya konsentrasi untuk berpikir di antara para pengguna tertentu.

Efek negatif secara umum adalah pengguna akan menjadi malas dan otak akan lamban dalam berpikir. Namun, hal ini masih menjadi kontroversi, karena tidak sepenuhnya disepakati oleh beberapa kelompok tertentu yang mendukung medical marijuana dan marijuana pada umumnya. Selain diklaim sebagai pereda rasa sakit, dan pengobatan untuk penyakit tertentu (termasuk kanker), banyak juga pihak yang menyatakan adanya lonjakan kreativitas dalam berpikir serta dalam berkarya (terutama pada para seniman dan musisi).

Berdasarkan penelitian terakhir, hal ini (lonjakan kreativitas), juga dipengaruhi oleh jenis ganja yang digunakan. Salah satu jenis ganja yang dianggap membantu kreativitas adalah hasil silangan modern "Cannabis indica" yang berasal dari India dengan "Cannabis sativa" dari Barat . Jenis ganja silangan inilah yang tumbuh di Indonesia.
Efek yang dihasilkan juga beragam terhadap setiap individu. Segolongan tertentu ada yang merasakan efek yang membuat mereka menjadi malas, sementara ada kelompok yang menjadi aktif, terutama dalam berfikir kreatif (bukan aktif secara fisik seperti efek yang dihasilkan metamfetamin). Ganja, hingga detik ini, tidak pernah terbukti sebagai penyebab kematian maupun kecanduan. Bahkan, di masa lalu dianggap sebagai tanaman luar biasa, di mana hampir semua unsur yang ada padanya dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Hal ini sangat bertolak belakang dan berbeda dengan efek yang dihasilkan oleh obat-obatan terlarang dan alkohol, yang menyebabkan penggunanya menjadi kecanduan hingga tersiksa secara fisik, dan bahkan berbuat kekerasan maupun penipuan (aksi kriminal) untuk mendapatkan obat-obatan kimia buatan manusia itu.

Dalam penelitian ilmiah dengan metode systematic review yang membandingkan efektifitas ganja sebagai obat antiemetic didapatkan hasil ganja memang efektif sebagai obat antiemetic dibanding prochlorperazine, metoclopramide, chlorpromazine, thiethylperazine, haloperidol, domperidone, atau alizapride, tetapi pengunaannya sangat dibatasi dosisnya, karena sejumlah pasien mengalami gejala efek psikotropika dari ganja yang sangat berbahaya seperti pusing, depresi, halusinasi, paranoia, dan juga arterial hypotension.
 Mamfaatnya
Tumbuhan ganja telah dikenal manusia sejak lama dan digunakan sebagai bahan pembuat kantung karena serat yang dihasilkannya kuat. Biji ganja juga digunakan sebagai sumber minyak.
Namun demikian, karena ganja juga dikenal sebagai sumber narkotika dan kegunaan ini lebih bernilai ekonomi, orang lebih banyak menanam untuk hal ini dan di banyak tempat disalahgunakan.
Di sejumlah negara penanaman ganja sepenuhnya dilarang. Di beberapa negara lain, penanaman ganja diperbolehkan untuk kepentingan pemanfaatan seratnya. Syaratnya adalah varietas yang ditanam harus mengandung bahan narkotika yang sangat rendah atau tidak ada sama sekali.
Sebelum ada larangan ketat terhadap penanaman ganja, di Aceh daun ganja menjadi komponen sayur dan umum disajikan.
Bagi penggunanya, daun ganja kering dibakar dan dihisap seperti rokok, dan bisa juga dihisap dengan alat khusus bertabung yang disebut bong.
Budidaya
Tanaman ini ditemukan hampir disetiap negara tropis. Bahkan beberapa negara beriklim dingin pun sudah mulai membudidayakannya dalam rumah kaca.
Di Indonesia, ganja dibudidayakan secara ilegal di Provinsi Aceh. Biasanya ganja ditanam pada awal musim penghujan, menjelang kemarau sudah bisa dipanen hasilnya.
Hasil panen ganja berupa daun beriut ranting dan bunga serta buahnya berupa biji-biji kecil. Campuran daun, ranting, bunga, dan buah yang telah dikeringkan inilah yang biasa dilinting menjadi rokok mariyuana. Kalau bunga betinanya diekstrak, akan dihasilkan damar pekat yang disebut hasyis
2. Heroin
Heroin atau diamorfin (INN) adalah sejenis opioid alkaloid.
Heroin adalah derivatif 3.6-diasetil dari morfin (karena itulah namanya adalah diasetilmorfin) dan disintesiskan darinya melalui asetilasi. Bentuk kristal putihnya umumnya adalah garam hidroklorida, diamorfin hidroklorida. Heroin dapat menyebabkan kecanduan
 3. Morfin
.
Struktur Kimia Morfin
Morfina adalah alkaloid analgesik yang sangat kuat dan merupakan agen aktif utama yang ditemukan pada opium. Morfina bekerja langsung pada sistem saraf pusat untuk menghilangkan rasa sakit. Efek samping morfina antara lain adalah penurunan kesadaran, euforia, rasa kantuk, lesu, dan penglihatan kabur. Morfina juga mengurangi rasa lapar, merangsang batuk, dan meyebabkan konstipasi. Morfina menimbulkan ketergantungan tinggi dibandingkan zat-zat lainnya. Pasien ketergantungan morfina juga dilaporkan menderita insomnia dan mimpi buruk.
Kata "morfina" berasal dari Morfeus, dewa mimpi dalam mitologi Yunani.
Morfin (INN) (diucapkan / n mɔrfi ː / ) ( MS T'rusk , MSIR , Avinza , Kadian , Oramorph , Roxanol , Kapanol ) adalah potensial candu analgesik obat dan dianggap sebagai prototipikal opioid . Hal ini ditemukan pada 1804 oleh Friedrich Sertürner , pertama didistribusikan oleh Friedrich Sertürner pada tahun 1817, dan komersial pertama dijual oleh Merck pada tahun 1827, yang pada waktu itu sebuah toko kimia kecil. Itu lebih banyak digunakan setelah penemuan jarum suntik pada tahun 1857. Ini mengambil nama dari Tuhan Yunani mimpi Morpheus ( Yunani : Μορφέας ).
Morfin adalah paling banyak mengandung alkaloid yang ditemukan di opium , getah kering (lateks) yang berasal dari hasil getah irisan biji mentah opium, atau dinamakan, poppy, Papaver somniferum . Morfin adalah pemurnian pertama dari sumber tanaman dan merupakan salah satu dari sedikitnya mengandung 50 macam alkaloid dari beberapa jenis dalam opium, Poppy Straw Konsentrat , dan turunan opium lainnya.
Morfin umumnya 8 sampai 17 persen dari berat kering opium, walaupun khusus dibesarkan kultivar mencapai 26 persen atau menghasilkan morfin sedikit sekali, di bawah 1 persen, mungkin turun menjadi 0,04 persen. Varietas yang terakhir, termasuk 'Przemko' dan Norman 'kultivar' dari opium poppy, digunakan untuk menghasilkan dua alkaloid lain, tebain dan oripavine , yang digunakan dalam pembuatan-sintetik dan semi sintetik opioid seperti oxycodone dan etorphine dan beberapa jenis obat.
( P. bracteatum ) tidak mengandung morfin atau kodein, atau lainnya narkotika fenantrena tipe, alkaloid. Spesies ini lebih merupakan sumber tebain . Terjadinya morfin di lain papaverales dan Papaveraceae , serta pada beberapa jenis hop dan murbei pohon belum dikonfirmasi. Morfin diproduksi paling dominan di awal siklus hidup tanaman. Melewati titik optimum untuk ekstraksi, berbagai proses di pabrik memproduksi kodein , tebain , dan dalam beberapa kasus jumlah diabaikan hidromorfon , dihydromorphine , dihydrocodeine , tetrahydrothebaine, dan xanax (senyawa ini agak disintesis dari tebain dan oripavine). Tubuh manusia memproduksi endorphines , yang neuropeptida , dengan efek yang sama.
Dalam pengobatan klinis, morfin dianggap sebagai standar emas, atau patokan, dari analgesik digunakan untuk meringankan penderitaan berat atau sakit dan penderitaan . Seperti opioid lain, misalnya oksikodon (OxyContin, Percocet, Percodan), hidromorfon (Dilaudid, Palladone), dan diacetylmorphine ( heroin ), morfin langsung mempengaruhi pada sistem saraf pusat (SSP) untuk meringankan rasa sakit . Morfin memiliki potensi tinggi untuk kecanduan , toleransi dan psikologis ketergantungan berkembang dengan cepat, meskipun Fisiologis ketergantungan mungkin membutuhkan beberapa bulan untuk berkembang.
4. Kokain
Kokaina adalah senyawa sintesis yang memicu metabolisme sel menjadi sangat cepat.
Kokaina merupakan alkaloid yang didapatkan dari tumbuhan koka Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika Selatan. Daunnya biasa dikunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan “efek stimulan”.
Saat ini kokaina masih digunakan sebagai anestetik lokal, khususnya untuk pembedahan mata, hidung dan tenggorokan, karena efek vasokonstriksif-nya juga membantu. Kokaina diklasifikasikan sebagai suatu narkotika, bersama dengan morfina dan heroina karena efek adiktif.
Struktur Kimia Kokain

Mengenal Narkoba dan Dampaknya

Sebotol heroin yang merupakan salah satu narkoba yang paling dikenal.
Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain "narkoba", istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif.
Semua istilah ini, baik "narkoba" ataupun "napza", mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini persepsi itu disalahartikan akibat pemakaian di luar peruntukan dan dosis yang semestinya
Pengertian
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 22 tahun 1997). Yang termasuk jenis narkotika adalah:
  • Tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja.
  • Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina, serta campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan tersebut di atas.
Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997). Zat yang termasuk psikotropika antara lain:
  • Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Magadon, Valium, Mandrax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, LSD (Lycergic Syntetic Diethylamide) dan sebagainya.
Bahan Adiktif berbahaya lainnya adalah bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfina atau kokaina yang dapat mengganggu sistem syaraf pusat, seperti:
• Alkohol yang mengandung ethyl etanol, inhalen/sniffing (bahan pelarut) berupa zat organik (karbon) yang menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. Contoh: lem/perekat, aceton, ether dan sebagainya.
Penyebaran
Hingga kini penyebaran penyalahgunaan narkoba sudah hampir tak bisa dicegah.Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Tentu saja hal ini bisa membuat orang tua, organisasi masyarakat, dan pemerintah khawatir.
Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan, namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba. Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak adalah pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan untuk mengawasi dan mendidik anaknya agar selalu menjauhi penyalahgunaan Narkoba.
Kelompok Berdasarkan Efek
Berdasarkan efek yang ditimbulkan terhadap pemakainya, narkoba dikelompokkan sebagai berikut:
  • Halusinogen, yaitu efek dari narkoba bisa mengakibatkan seseorang menjadi ber-halusinasi dengan melihat suatu hal/benda yang sebenarnya tidak ada / tidak nyata bila dikonsumsi dalam sekian dosis tertentu. Contohnya kokain & LSD.
  • Stimulan, yaitu efek dari narkoba yang bisa mengakibatkan kerja organ tubuh seperti jantung dan otak lebih cepat dari biasanya sehingga mengakibatkan penggunanya lebih bertenaga serta cenderung membuatnya lebih senang dan gembira untuk sementara waktu.
  • Depresan, yaitu efek dari narkoba yang bisa menekan sistem syaraf pusat dan mengurangi aktivitas fungsional tubuh, sehingga pemakai merasa tenang bahkan tertidur dan tidak sadarkan diri. Contohnya putaw.
  • Adiktif. Seseorang yang sudah mengonsumsi narkoba biasanya akan ingin dan ingin lagi karena zat tertentu dalam narkoba mengakibatkan seseorang cenderung bersifat pasif, karena secara tidak langsung narkoba memutuskan syaraf-syaraf dalam otak. Contohnya: ganja, heroin, dan putaw.
  • Jika terlalu lama dan sudah ketergantungan narkoba maka lambat laun organ dalam tubuh akan rusak dan jika sudah melebihi takaran maka pengguna itu akan overdosis dan akhirnya mengakibatkan kematian.
Jenisnya
  • Heroin atau diamorfin (INN) adalah sejenis opioid alkaloid.
Heroin adalah derivatif 3.6-diasetil dari morfin (karena itulah namanya adalah diasetilmorfin) dan disintesiskan darinya melalui asetilasi. Bentuk kristal putihnya umumnya adalah garam hidroklorida, diamorfin hidroklorida. Heroin dapat menyebabkan kecanduan.
  • Ganja (Cannabis sativa syn. Cannabis indica) adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal karena kandungan zat narkotika pada bijinya, tetrahidrokanabinol (THC, tetra-hydro-cannabinol) yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab).
Ganja menjadi simbol budaya hippies yang pernah populer di Amerika Serikat. Hal ini biasanya dilambangkan dengan daun ganja yang berbentuk khas. Selain itu ganja dan opium juga didengungkan sebagai simbol perlawanan terhadap arus globalisme yang dipaksakan negara kapitalis terhadap negara berkembang. Di India, sebagian Sadhu yang menyembah dewa Shiva menggunakan produk derivatif ganja untuk melakukan ritual penyembahan dengan cara menghisap Hashish melalui pipa Chilam/Chillum, dan dengan meminum Bhang
Mamfaatnya.

Tumbuhan ganja telah dikenal manusia sejak lama dan digunakan sebagai bahan pembuat kantung karena serat yang dihasilkannya kuat. Biji ganja juga digunakan sebagai sumber minyak.
Namun demikian, karena ganja juga dikenal sebagai sumber narkotika dan kegunaan ini lebih bernilai ekonomi, orang lebih banyak menanam untuk hal ini dan di banyak tempat disalahgunakan.
Di sejumlah negara penanaman ganja sepenuhnya dilarang. Di beberapa negara lain, penanaman ganja diperbolehkan untuk kepentingan pemanfaatan seratnya. Syaratnya adalah varietas yang ditanam harus mengandung bahan narkotika yang sangat rendah atau tidak ada sama sekali.
Sebelum ada larangan ketat terhadap penanaman ganja, di Aceh daun ganja menjadi komponen sayur dan umum disajikan.
Bagi penggunanya, daun ganja kering dibakar dan dihisap seperti rokok, dan bisa juga dihisap dengan alat khusus bertabung yang disebut bong.
  • Budidaya
Tanaman ini ditemukan hampir disetiap negara tropis. Bahkan beberapa negara beriklim dingin pun sudah mulai membudidayakannya dalam rumah kaca.
  • Morfin adalah alkaloid analgesik yang sangat kuat dan merupakan agen aktif utama yang ditemukan pada opium. Morfin bekerja langsung pada sistem saraf pusat untuk menghilangkan sakit. Efek samping morfin antara lain adalah penurunan kesadaran, euforia, rasa kantuk, lesu, dan penglihatan kabur. Morfin juga mengurangi rasa lapar, merangsang batuk, dan meyebabkan konstipasi. Morfin menimbulkan ketergantungan tinggi dibandingkan zat-zat lainnya. Pasien morfin juga dilaporkan menderita insomnia dan mimpi buruk.
Kata "morfin" berasal dari Morpheus, dewa mimpi dalam mitologi Yunani.
  • Kokain adalah senyawa sintetis yg memicu metabolisme sel menjadi sangat cepat.
Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika Selatan, dimana daun dari tanaman ini biasanya dikunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan “efek stimulan”.
Saat ini Kokain masih digunakan sebagai anestetik lokal, khususnya untuk pembedahan mata, hidung dan tenggorokan, karena efek vasokonstriksif-nya juga membantu. Kokain diklasifikasikan sebagai suatu narkotika, bersama dengan morfin dan heroin karena efek adiktif.
Narkoba adalah singkatan dari Narkotika, Alkohol, dan Obat-obat berbahaya. Kadang disebut juga Napza(Narkotika, Psikotropika, dan Zat Aditif). Zat-zat tersebut dapat membuat berbagai efek samping seperti Halusinasi, ketagihan, dan efek psikologi lainnya. Cara penggunaan bisa melalui suntikan, dimakan, dihisap, atau dihirup. Contoh zat-zat berbahaya yang dikonsumi dengan cara dihisap adalah Opium yang menggunakan pipa hisapan.
Zat-zat berbahaya tersebut tergolong menjadi;
  • Narkotika
  • Psikotropika
  • Zat-zat Adiktif
Narkotika berasal dari bahasa Inggris "narcotics" yang artinya obat bius. Narkotika adalah bahan yang berasal dari 3 jenis tanaman Papaper Somniferum (Candu), Erythroxyion coca (kokain), dan cannabis sativa (ganja) baik murni maupun bentuk campuran. Cara kerjanya mempengaruhi susunan syaraf yang dapat membuat kita tidak merasakan apa-apa, bahkan bila bagian tubuh kita disakiti sekalipun. Jenis-jenisnya adalah:
  • Opium atau Opioid atau Opiat atau Candu
  • Codein atau Kodein
  • Methadone (MTD)
  • LSD atau Lysergic Acid atau Acid atau Trips atau Tabs
  • PC
  • mescalin
  • barbiturat
  • Demerol atau Petidin atau Pethidina
  • Dektropropoksiven
  • Hashish (Berbentuk tepung dan warnanya hitam. Ia dinikmati dengan cara diisap atau dimakan. Narkotika jenis yang kedua ini dikatakan agak tidak berbahaya hanya karena jarang membawa kematian)
 Psikotropika

Psikotropika adalah bahan lain yang tidak mengandung narkotika, merupakan zat buatan atau hasil rekayasa yang dibuat dengan mengatur struktur kimia. Mempengaruhi atau mengubah keadaan mental dan tingkah laku pemakainya. Jenis-jenisnya adalah:
  • Ekstasi atau Inex atau Metamphetamines
  • Demerol
  • Speed
  • Angel Dust
  • Shabu-shabu(Sabu/Syabu/ICE)
  • Sedatif-Hipnotik(Benzodiazepin/BDZ), BK, Lexo, MG, Rohip, Dum
  • Megadon
  • Nipam
Jenis Psikotropika juga sering dikaitkan dengan istilah Amfetamin, dimana Amfetamin ada 2 jenis yaitu MDMA (metil dioksi metamfetamin) dikenal dengan nama ekstasi. Nama lain fantacy pils, inex. Kemudian jenis lain adalah Metamfetamin yang bekerja lebih lama dibanding MDMA (dapat mencapai 12 jam) dan efek halusinasinya lebih kuat. Nama lainnya shabu, SS, ice.
Zat Adiktif
Zat adiktif adalah zat-zat yang bisa membuat ketagihan jika dikonsumsi secara rutin.
  • Alkohol
  • Nikotin
  • Kafein
  • Zat Desainer
Dampak Buruk Narkoba

Dampak narkoba, jika disalahgunakan, seperti halnya singkatan kata tersebut
(NARKOBA: narkotika dan obat/bahan berbahaya), memang sangatlah berbahaya bagi manusia.
Narkoba dapat merusak kesehatan manusia baik secara fisik, emosi, maupun perilaku pemakainya.
  1. Dampak narkoba terhadap fisikPemakai narkoba akan mengalami gangguan-gangguan fisik sebagai berikut:
    1. Berat badannya akan turun secara drastis.
    2. Matanya akan terlihat cekung dan merah.
    3. Mukanya pucat.
    4. Bibirnya menjadi kehitam-hitaman.
    5. Tangannya dipenuhi bintik-bintik merah.
    6. Buang air besar dan kecil kurang lancar.
    7. Sembelit atau sakit perut tanpa alasan yang jelas.
  2. Dampak narkoba terhadap emosiPemakai narkoba akan mengalami perubahan emosi sebagai berikut:
    1. Sangat sensitif dan mudah bosan.
    2. Jika ditegur atau dimarahi, pemakai akan menunjukkan sikap membangkang.
    3. Emosinya tidak stabil.
    4. Kehilangan nafsu makan.
  3. Dampak narkoba terhadap perilakuPemakai narkoba akan menunjukkan perilaku negatif sebagai berikut:
    1. malas
    2. sering melupakan tanggung jawab
    3. jarang mengerjakan tugas-tugas rutinnya
    4. menunjukan sikap tidak peduli
    5. menjauh dari keluarga
    6. mencuri uang di rumah, sekolah, ataupun tempat pekerjaan
    7. menggadaikan barang-barang berharga di rumah
    8. sering menyendiri
    9. menghabiskan waktu ditempat-tempat sepi dan gelap, seperti di kamar tidur, kloset, gudang, atau kamar mandi
    10. takut akan air
    11. batuk dan pilek berkepanjangan
    12. bersikap manipulatif
    13. sering berbohong dan ingkar janji dengan berbagai macam alasan
    14. sering menguap
    15. mengaluarkan keringat berlebihan
    16. sering mengalami mimpi buruk
    17. Mengalami nyeri kepala
    18. Mengalami nyeri/ngilu di sendi-sendi tubuhnya
 Referensi :
    Aphabetical Zat-zat
    Pengertian tentang Narkoba di Methadone-indonesia
    Jenis Narkoba di Infonarkoba.com
    Detail jenis narkoba di bnn.go.id
    Jenis Narkotika yang sering disalahgunakan
    Artikel narkoba di Indonesiamedia
    (Indonesia) InfoNarkoba.com - Gerbang Informasi dan Solusi Masalah Narkoba
    (Indonesia) Rehabilitasi Narkoba Wahana Kinasih

Memahami Pengertian Debat

Anda mungkin pernah mengalami hal semacam ini, masing-masing mempertahankan argumentasi dan merasa Andalah yang benar , terkadang diiringi emosi yang meluap-luap. Baiklah kita simak tulisan di bawah untuk memahami secara detail apa itu debat.
  1. Pengertian
  1. A.    Menurut Asidi dipodjojo (Komunikasi Lisan 1982:59)
Debat adalah proses komunikasi lisan yang dinyatakan dengan bahasa untuk mempertahankan pendapat. Setiap pihak yang berdebat akan menyatakan argumen, memberikan alasan dengan cara tertentu agar pihak lawan berdebat atau pihak lain yang mendengarkan perdebatan itu menjadi yakin dan berpihak padanya.
  1. B.     Menurut ( KBBI. 2002: 242)
Debat adalah pembahasan atau pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing.
  1. C.    Menurut G. Sukadi
Debat pada hakekatnya saling adu argumentasi antar pribadi atau antar kelompok manusia, dengan tujuan mencapai kemenangan.
  1. D.    Menurut Hendri Guntur Tarigan (Retorika 1990:120)
Debat pada hakekatnya adalah saling adu argumentasi antar pribadi atau antar kelompok manusia, dengan tujuan mencapai kemenangan satu pihak.
  1. Pengertian debat dalam www/wikimedia.foundation.org/
Debat adalah kegiatan adu argumentasi antara dua pihak atau lebih, baik secara perorangan maupun kelompok, dalam mendiskusikan dan memutuskan masalah dan perbedaan
  1. Unsur-Unsur Debat
Pada www/wikimedia.foundation.org/ di temukan beberapa unsur dalam debat yaitu:
  1. topik debat disebut mosi (motion)
  2. tim Afirmatif (yang setuju terhadap mosi) sering disebut juga Pemerintah (Government),
  3. tim Negatif (yang menentang mosi) disebut Oposisi (Opposition)
  4. pembicara pertama dipanggil sebagai Perdana Menteri (Prime Minister), dan sebagainya
  5. pemimpin/wasit debat (chairperson) dipanggil Speaker of The House
  6. penonton/juri dipanggil Members of the House (Sidang Dewan yang Terhormat)
  1. Macam-Macam Debat
berdebat mengorganisasikan pemunggutan suara untuk menentukan pemenang.
Dalam debat tertutup setiap anggota hanya berbicara satu kali. Oleh karena itu pembicara harus menyiapkan diri dan menyusun jalan pikirannya secara cermat dan teliti. Harus padat dan berisi dalam waktu yang singkat. Sebaliknya dalam debat terbuka, orang dapat berbicara lebih dari satu kali sesudah semua berbicara, kedua pembicara pertama dari masing –masing kelompok mengutarakan kata penutup.
1)      Debat Amerika
Dalam debat amerika dua regu berhadapan, tetapi masing-masing regu menyiapkan tema melalui pengumpulan bahan secara teliti. Dan penyusunan argumentasi yang cermat. Para anggota kelompok debat ini adalah orang-orang yang terlatih dalam seni berbicara. Mereka berdebat di depan sekelompok juri dan publikum.
Debat dimulai, apabila salah seorang anggota regu membuka pembicaraan dengan membuka tesis dan di jawab oleh pembicara pertama dari regu yang kedua. Proses selanjutnya berlangsung apabila setiap anggota regu berbicara dalam urutan yang bergantian dengan anggota regu yang lainnya. Semua anggota dari kedua regu mendapat kesempatan untuk berbicara. Setipa pembicara harus menyampaikan pandangannya mengenai tema dan tesis yang diperdebatkan.
A. Macam-macam debat yang yang ditemukan dari sumber .http://id.wikipedia.org/wiki/Debat yaitu:
  1. Debat kompetitif
adalah debat dalam bentuk permainan yang biasa dilakukan di tingkat sekolah dan universitas. Dalam hal ini, debat dilakukan sebagai pertandingan dengan aturan (“format”) yang jelas dan ketat antara dua pihak yang masing-masing mendukung dan menentang sebuah pernyataan. Debat disaksikan oleh satu atau beberapa orang juri yang ditunjuk untuk menentukan pemenang dari sebuah debat. Pemenang dari debat kompetitif adalah tim yang berhasil menunjukkan pengetahuan dan kemampuan debat yang lebih baik.
  1. Debat perlementer
Debat parlementer dibagi menjadi tiga yaitu:
  1. Debat perlementer Australia (Australian Parliamentary)
Gaya debat ini digunakan di Australia, namun pengaruhnya menyebar hingga ke kompetisi-kompetisi yang diselenggarakan di Asia, sehingga akhirnya disebut sebagai format Australasian Parliamentary. Dalam format ini, dua tim beranggotakan masing-masing tiga orang berhadapan dalam satu debat, satu tim mewakili Pemerintah (Government) dan satu tim mewakili Oposisi (Opposition), dengan urutan sebagai berikut:
(1). Pembicara pertama pihak Pemerintah – 7 menit
(2). Pembicara pertama pihak Oposisi – 7 menit
(3). Pembicara kedua pihak Pemerintah – 7 menit
(4). Pembicara kedua pihak Oposisi – 7 menit
(5). Pembicara ketiga pihak Pemerintah – 7 menit
(6). Pembicara ketiga pihak Oposisi – 7 menit
(7). Pidato penutup pihak Oposisi – 5 menit
(8). Pidato penutup pihak Pemerintah – 5 menit
Pidato penutup (Reply speech) menjadi ciri dari format ini. Pidato penutup dibawakan oleh pembicara pertama atau kedua dari masing-masing tim (tidak boleh pembicara ketiga). Pidato penutup dimulai oleh Oposisi terlebih dahulu, baru Pemerintah.
Mosi dalam format ini diberikan dalam bentuk pernyataan yang harus didukung oleh pihak Pemerintah dan ditentang oleh Pihak Oposisi, contoh:
(This House believes) That globalization marginalizes the poor.
(Sidang Dewan percaya) Bahwa globalisasi meminggirkan masyarakat miskin.
Mosi tersebut dapat didefinisikan oleh pihak Pemerintah dalam batasan-batasan tertentu dengan tujuan untuk memperjelas debat yang akan dilakukan. Ada aturan-aturan yang cukup jelas dalam hal apa yang boleh dilakukan sebagai bagian dari definisi dan apa yang tidak boleh dilakukan.
Tidak ada interupsi dalam format ini.
Juri (adjudicator) dalam format Australs terdiri atas satu orang atau satu panel berjumlah ganjil. Dalam panel, setiap juri memberikan voting-nya tanpa melalui musyawarah. Dengan demikian, keputusan panel dapat bersifat unanimous ataupun split decision.
Di Indonesia, format ini termasuk yang pertama kali dikenal sehingga cukup populer terutama di kalangan universitas. Kompetisi debat di Indonesia yang menggunakan format ini adalah Java Overland Varsities English Debate (JOVED) dan Indonesian Varsity English Debate (IVED).
  1. Debat perlementer Inggris (British Parliamentary)
Gaya debat parlementer ini banyak dipakai di Inggris namun juga populer di banyak negara. Dalam format ini, empat tim beranggotakan masing-masing dua orang bertarung dalam satu debat, dua tim mewakili Pemerintah (Government) dan dua lainnya Oposisi (Opposition), dengan susunan sebagai berikut:
(1). Opening Government:
a)      Prime Minister
b)      Deputy Prime Minister
(2). Closing Government
a)      Member of the Government
b)      Government Whip
(3). Opening Opposition
a)      Leader of the Opposition
b)      Deputy Leader of the Opposition
(4). Closing Opposition
a)      Member of the Opposition
b)      Opposition Whip
Urutan berbicara adalah sebagai berikut:
(1). Prime Minister – 7 menit
(2). Leader of the Opposition – 7 menit
(3). Deputy Prome Minister – 7 menit
(4). Deputy Leader of the Opposition – 7 menit
(5). Member of the Government – 7 menit
(6). Member of the Opposition – 7 menit
(7). Government Whip – 7 menit
(8). Opposition Whip – 7 menit
  1. Debat perlementer Amerika
Debat parlementer Amerika Serikat diikuti oleh dua tim untuk setiap debatnya dengan susunan sebagai berikut:
(1). Government
a)      Prime Minister (PM)
b)      Member of the Government (MG)
(2). Opposition
a)      Leader of the Opposition (LO)
b)      Member of the Opposition (MO)
  1. Debat parlementer Asia (Asian Parliamentary)
Debat ini dikembangkan dari format Austlals perbedaannya dengan format Australs adalah adanya interupsi (point of information) yang boleh diajukan antara menit pertama dan menit ke emam ( hanya untuk pidato utama tidak pada pidato penutup)
3). Debat Proposal
Dalam gaya Debat Proposal (Policy Debate), dua tim menjadi penganjur dan penentang sebuah rencana yang berhubungan dengan topik debat yang diberikan. Topik yang diberikan umumnya mengenai perubahan kebijakan yang diinginkan dari pemerintah. Kedua tim biasanya memainkan peran Afirmatif (mendukung proposal) dan Negatif (menentang proposal). Pada prakteknya, kebanyakan acara debat tipe ini hanya memiliki satu topik yang sama yang berlaku selama setahun penuh atau selama jangka waktu lainnya yang sudah ditetapkan.
Bila dibandingkan dengan debat parlementer, debat proposal lebih mengandalkan pada hasil riset atas fakta-fakta pendukung (evidence). Debat ini juga memiliki persepsi yang lebih luas mengenai argumen. Misalnya, sebuah proposal alternatif (counterplan) yang membuat proposal utama menjadi tidak diperlukan dapat menjadi sebuah argumen dalam debat ini. Walaupun retorika juga pentin dan ikut mempengaruhi nilai setiap pembicara, pemenang tiap babak umumnya didasari atas siapa yang telah “memenangkan” argumen sesuai dengan fakta pendukung dan logika yang diberikan. Sebagai konsekuensinya, juri kadang-kadang membutuhkan waktu yang lama untuk mengambil keputusan karena semua fakta pendukung harus diperiksa terlebih dahulu.
4). Debat Lincoln-Douglas
Nama gaya debat ini diambil dari debat-debat terkenal yang pernah dilakukan di Senat Amerika Serikat antara kedua kandidat Lincoln dan Douglas. Setiap debat gaya ini diikuti oleh dua pedebat yang bertarung satu sama lain.
Argumen dalam debat ini terpusat pada filosofi dan nilai-nilai abstrak, sehingga sering disebut sebagai debat nilai (value debate). Debat LD kurang menekankan pada fakta pendukung (evidence) dan lebih mengutamakan logika dan penjelasan.
  1. Syarat-Syarat Susunan Proporsi
  2. Menurut Tarigan (1984: 93-96)
1)      Kesederhanaan
Usul-usul yang rumit dan terbelit-belit menyebabkan analisa yang sukar. Senakin sederhana suatu pernyataan maka semakin bergunalah bagi perdebatan yang sedang berlangsung.
2)      Kejelasan
Pernyataan-pernyataan yang samar-samar dan tidak jelas menimbulkan berbagai ragam penafsiran yang timbul dalam perdebatan yang membingungkan.
3)      Kepadatan
kata-kata hendaklah dipergunakan sesedikit mungkin dan sepadat mungkin. Kepanjanglebaran akan mengakibatkan suatu usul menjadi tidak praktis dan menyebabkan salah pengertian.
4)      Susunan kata afirmatif
Usul yang negatif seakan-akan dapat memutarbalikkan posisi-posisi afirmatif dan negatif. Susunan kata suatu usul hendaknya bersifat afirmatif atau mengiakan; jangan bersifat negatif atau meniadakan.
5)      Pernyataan Deklaratif
Suatu pernyataan yang tegas lebih disukai, lebih baik dari paa suatu pertanyaan. Pertanyaan pada umumnya dipergunakan bahi diskusi karena maksud dan tujuannya adalah menyelidiki.
6)      Kesatuan
Sebuah gagasan yang tunggal sudah cukup bagi satu perdebatan. Misalnya usul “Badan pembuat undang-undang haruslah mengadakan pemilihan wajib dan haruslah membuat registrasi tetap” mengandung dua buah pukuk perdebatan berbeda: “ pemilihan wajib” dan “registrasi tetap.
7)      Usul khusus
Usul-usul yang bersifat umum akan mengakibatkan perdebatan-perdebatan yang terpencar dan tidak memuaskan.Hendaknya usul dibuat se khusus mungkin.
8)      Bebas dari purbasangka
Bahasa yang purbasangka akan memperkenalkan asumsi-asumsi atau pra anggaran yang tidak tepat ke dalam usul.
9)      Tanggung jawab untuk memberikan bukti yang memuaskan terhadap afirmatif.Susunan kata usul hendaknya dibuat sebaik dan secepat mungkin sehingga pembicara afirmatif akan menganjurkan serta menyokong suatu perubahan.
  1. Etiket atau Norma dalam Berdebat dan Bertanya
Menurut Mulgrave (1954: 45) sepeti yang dikutip Tarigan (1984:92-93) semua pembicaraan hendaknya memiliki:
1)      Pengetahuan yang sempurna mengenai pokok pembicaraan
2)      Kopetensi atau kemampuan menganalisis
3)      Pengertian mengenai prinsip-prinsip argumentasi
4)      Apresiasi terhadap kebenaran-kebenaran fakta
5)      Kecakapan menemukan buah pikiran yang keliru dengan penalaran
6)      Keterampilan dalam pembuktian kesalahan
7)      Pertimbangan dan persuasi
8)      Keterarahan, kelancaran, dan kekuatan dalam cara atau penyapaian pidato

Kurikulum 2013 Didominasi Kelas Terbuka


Kurikulum 2013 Didominasi Kelas TerbukaKurikulum pendidikan di Indonesia pada 2013 bakal berbeda dengan kurikulum tahun-tahun sebelumnya.

Kurikulum 2013 bakal didominasi dengan model kelas terbuka. Sehingga basis pendidikan yang terdiri dari tiga hal pokok, yakni sikap, keterampilan dan pengetahuan siswa dapat terpenuhi.

Dari 3 basis pendidikan, sikap, keterampilan, dan pengetahuan tersebut akan diuraikan agar siswa sering bertanya, diamati atau observasi, pemikiran siswa dapat berjalan dan sekaligus praktik.

"Makanya tidak menutup kemungkinan kelas dilakukan di ruang terbuka," tandas M Nuh, Mendiknas di sela Sosialisasi Uji Publik Kurikulum 2013 yang digelar di Garden Palace Surabaya, Minggu (9/12).

Dengan model pembelajaran seperti itu, diharapkan siswa di Indonesia akan mendapatkan kemajuan akademik yang pesat.

Bukan hanya sebatas hasil dari kelulusan, namun juga diimbangi dengan ilmu pengetahuan, karena sering praktik dalam proses pembelajaran.

Selain itu dengan model pembelajaran seperti itu, sebanyak dua mata pelajaran, yakni IPA dan IPS akhirnya diputuskan untuk dihapuskan.

Namun, meski dihapus secara substansi, yang terkandung dalam mata pelajaran IPA dan IPS tetap diajarkan.

Seperti pelajaran bahasa Indonesia, siswa diajak untuk membahas sungai yang di dalamnya terdapat arus. Saat membahas arus itu juga ada materi tentang energi dan lainnya.

"Berarti subtansi mata pelajaran untuk IPA tetap ada dalam pelajaran yang lain," terang M Nuh yang didamping Salamun, Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Timur.

Sedangkan terkait untuk Ujian Nasional (UN), M Nuh masih belum berani memastikan akan dihapus atau diteruskan. Pasalnya, kurikulum 2013 baru mulai berjalan pada Juni 2013.

Sedangkan terkait kesiapan para guru dengan model pembelajaran kurikulum 2013 tersebut,. M Nuh yakin, para guru dengan cepat dapat beradaptasi hingga siap menjalankannya.

Model pembelajaran seperti ini sudah banyak sekolah yang menerapkannya. "Makanya saya yakin para guru dapat bersiap secepatnya," ujarnya. (OL-10)

Kurikulum Pendidikan Akan Berubah Tahun 2013 Masyarakat bisa memberikan masukan atas setiap elemen kurikulum..

Pemerintah akan mengubah kurikulum Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, serta Sekolah Menengah Kejuruan dengan menekankan aspek kognitif, afektif, psikomotorik melalui penilaian berbasis test dan portofolio saling melengkapi.

"Siswa untuk mata pelajaran tahun depan sudah tidak lagi banyak menghafal, tapi lebih banyak kurikulum berbasis sains," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh kepada pers di Kantor Wapres di Jakarta, Selasa.

Hal tersebut disampaikan Nuh usai memberikan presentasi mengenai pengembangan kurikulum 2013 yang dihadiri Wakil Presiden Boediono. Hadir dalam jumpa pers itu Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim.

Dikatakan Nuh, orientasi pengembangan kurikulum 2013 adalah tercapainya kompetensi yang berimbang antara sikap, keterampilan, dan pengetahuan, disamping cara pembelajarannya yang holistik dan menyenangkan.

Untuk tingkat SD, katanya, saat ini ada 10 mata pelajaran yang diajari, yaitu pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, matematika, IPA, IPS, seni budaya dan keterampilan, pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan, serta muatan lokal dan pengembangan diri.

Tapi mulai tahun ajaran 2013/2014 jumlah mata pelajaran akan diringkas menjadi tujuh, yaitu pendidikan agama, pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, matematika, seni budaya dan prakarya, pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, serta Pramuka.

"Khusus untuk Pramuka adalah mata pelajaran wajib yang harus ada di mata pelajaran, dan itu diatur dalam undang-undang," kata Nuh.

Salah satu ciri kurikulum 2013, khususnya untuk SD, adalah bersifat tematik integratif. Dalam pendekatan ini mata pelajaran IPA dan IPS sebagai materi pembahasan pada semua pelajaran, yaitu dua mata pelajaran itu akan diintegrasikan kedalam semua mata pelajaran.

Dikatakan untuk IPA akan menjadi materi pembahasan pelajaran Bahasa Indonesia dan matematika, sedangkan untuk IPS akan menjadi pembahasan materi pelajaran Bahasa Indonesia dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN).

Mendikbud mengatakan, kurikulum 2013 itu diharapkan bisa diterapkan mulai tahun ajaran baru 2013, tapi sebelumnya akan diuji publik sekitar November 2012.

"Masyarakat bisa memberikan masukan atas setiap elemen kurikulum mulai dari standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses hingga standar evaluasi. Adanya uji publik ini diharapkan kurikulum yang terbentuk telah menampung aspirasi masyarakat," papar Nuh.

Problematika dalam Pendidikan

Semakin tertinggalnya pendidikan bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa lain, harusnya membuat kita lebih termotivasi untuk berbenah diri. Banyaknya permasalahan pendidikan yang muncul ke permukaan merupakan gambaran praktek pendidikan kita : 

1. Kurikulum 
Kurikulum kita yang dalam jangka waktu singkat selalu berubah-ubah tanpa ada hasil yang maksimal dan masih tetap saja. Yang jelas, menteri pendidikan berusaha eksis dalam mengujicobakan formula pendidikan baru dengan mengubah kurikulum. Perubahan kurikulum yang terus-menerus, pada prateknya kita tidak tau apa maksudnya dan yang beda hanya bukunya. Contohnya guru, banyak guru honorer yang masih susah payah mencukupi kebutuhannya sendiri. Kegagalan dalam kurikulum kita juga disebabkan oleh kurangnya pelatihan skill, kurangnya sosialisasi dan pembinaan terhadap kurikulum baru. Elemen dasar ini lah yang menentukan keberhasilan pendidikan yang kita tempuh

2. Biaya 
Banyak masyarakat yang memiliki persepsi pendidikan itu mahal dan lebih parahnya banyak pula pejabat pendidikan yang ngomong, kalau pengen pendidikan yang berkualitas konsekuensinya harus membayar mahal. Pendidikan sekarang ini seperti diperjual-belikan bagi kalangan kapitalis pendidikan dan pemerintah sendiri seolah membiarkan saja dan lepas tangan. Apa mereka sudah mengenyam pendidikan?? Akhir-akhir ini pemerintah dalam sistem pendidikan yang baru akan membagi pendidikan menjadi dua jalur besar, yaitu jalur formal standar dan jalur formal mandiri. Pembagian jalur ini berdasarkan perbedaan kemampuan akademik dan finansial siswa. Ironis sekali bila kebijakan ini benar-benar terjadi.

3. Tujuan pendidikan 
Katanya pendidikan itu mencerdaskan, tapi kenyataannya pendidikan itu menyesatkan. Lihat saja kualitas pendidikan kita hanya diukur dari ijazah yang kita dapat. Padahal sekarang ini banyak ijazah yang dijual dengan mudahnya dan banyak pula yang membelinya (baik dari masyarakat ataupun pejabat-pejabat).

4. Disahkannya RUU BHP menjadi Undang- Undang 
DPR RI telah mensahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Badan Hukum Pendidikan (BHP) menjadi Undang-Undang. Namun, disahkannya UU BHP ini banyak menuai protes dari kalangan mahasiswa yang khawatir akan terjadinya komersialisasi dan liberalisasi terhadap dunia pendidikan. Segala aspirasi dan masukan, sudah disampaikan kepada Pansus RUU BHP. UU BHP ini akan menjadi kerangka besar penataan organisasi pendidikan dalam jangka panjang.

5. Kontoversi diselenggaraknnya UN 
Kedua, aspek yuridis. UN hanya mengukur kemampuan pengetahuan dan penentuan standar pendidikan yang ditentukan secara sepihak oleh pemerintah. Selain itu, pada pasal 59 ayat 1 dinyatakan, pemerintah dan pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap pengelola, satuan jalur, jenjang, dan jenis pendidikan. Tapi dalam UN pemerintah hanya melakukan evaluasi terhadap hasil belajar siswa yang sebenarnya merupakan tugas pendidik. Ketiga, aspek sosial dan psikologis. Dalam mekanisme UN yang diselenggarakannya, pemerintah telah mematok standar nilai kelulusan 3,01 pada tahun 2002/2003 menjadi 4,01 pada tahun 2003/2004 dan 4,25 pada tahun 2004/2005. Selain itu, belum dibuat sistem yang jelas untuk menangkal penyimpangan finansial dana UN.

6. Kerusakan Fasilitas 
sekolah Nanang Fatah, pakar pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengatakan, sekitar 60 persen bangunan sekolah di Indonesia rusak berat. Di wilayah Jabar, sekolah yang rusak mencapai 50 persen. Kerusakan bangunan sekolah tersebut berkaitan dengan usia bangunan yang sudah tua. Untuk mengantisipasi hal tersebut, sejak tahun 2000-2005 telah dilaksankan proyek perbaikan infrastruktur sekolah oleh Bank Dunia, dengan mengucurkan dana Bank Dunia pada Komite Sekolah.
 
Copyright © 2007. Teluk Bone - Indonesia