Makna Puasa ditinjau dari Aspek kehidupan

Walaupun sekarang ini bukan bulan ramadhan, namun melakukan puasa bukan hanya pada bulan tersebut. Secara garis besar,"Puasa Ramadhan" adalah menahan diri dari makan, minum, dan segala yang membatalkannya.Mulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari, dengan niat puasa semata-mata karena Allah.
Puasa Ramadhan juga masuk dalam rukun Islam, oleh karena itu semua orang yang mengaku Islam harus berpuasa.
Tetapi, seringkali kita lihat tidak sedikit juga orang Islam tidak melakukan puasa. Salah satu yang menyebabkannya adalah pemahaman yang kurang terhadap ajaran Islam termasuk juga kurang mengetahui manfaat yang bisa didapat jika berpuasa. Masih banyak orang-orang termasuk orang muslim bertanya mengapa kita harus puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan.

untuk sekedar kita ketahui,sebenarnya banyak sekali"makna dan manfaat puasa ramadhan" tersebut.
Dan marilah kita coba untuk melihatnya dari beberapa aspek :

1.Ditinjau dari segi Agama atau Religi
kita melakukan puasa sebagai bukti kecintaan dan ketaatan kita kepada Allah sang Maha Pencipta karena puasa itu sendiri merupakan perintah- Nya.
Sebagaimana firman- Nya:
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa " (Al-Baqarah: 183).

"Jadi jelas puasa merupakan ibadah yang wajib dilakukan oleh orang-orang yang beriman (Islam).
Tujuannya pun jelas yaitu untuk mendapatkan derajat takwa di sisi Allah".

2.Dilihat dari aspek sosial
puasa dapat menumbuhkan rasa simpati dan empati kepada orang lain yang selama ini kekurangan. Juga sebagai bukti adanya persamaan derajat di sisi Allah.
Orang-orang yang berkecukupan, yang selama ini makan 3-4 kali sehari dapat merasakan penderitaan sebagian orang yang kurang mampu yang biasa hanya makan 1-2 kali sehari bahkan kadang tidak makan.Sehingga diharapkan akan timbul perasaan dan keinginan untuk menolong yang kurang mampu.

"Allah juga tidak membedakan puasanya orang kaya dan orang miskin.
Dihadapan Allah syarat sahnya puasa sama.

3.Ditinjau dari aspek pribadi
dapat dilihat dari segi fisik dan psikologis:
Dari aspek psikologis
puasa merupakan latihan bagi kita untuk bisa menahan nafsu- nafsu jelek yang muncul dari dalam diri kita.Nafsu yang paling kuat yang ada dalam diri manusia dan termasuk hal yang membatalkan puasa adalah nafsu yang sumbernya perut dan kemaluan.Nafsu tersebut juga sering menjadi biang kejahatan.
Dengan latihan di bulan Ramadhan diharapkan setelah Ramadhan kita bisa menahan dan mengatur nafsu tersebut dengan baik.
"Barang siapa menjamin kepadaku apa yang berada di antara kumis dan janggutnya, serta apa yang berada diantara kedua pahanya, maka aku akan menjamin kepadanya surga " (h.r. Bukhari)

Dari aspek fisik
dengan puasa kita dapat hidup lebih sehat. Organ tubuh, terutama pencernaan yang selama ini terus bekerja keras, dapat beristirahat pada siang harinya. Dengan kondisi seperti ini organ tubuh yang mengalami kerusakan dapat melakukan recovery atau perbaikan selagi tidak bekerja.
Sehingga ketika bekerja kembali dapat bekerja secara maksimal dan tubuh dapat memperoleh hasil yang lebih baik.

Puasa juga dapat mengurangi resiko terkena berbagai macam penyakit. Ketika kita berpuasa terjadi penurunan laju metabolisme dalam tubuh.
Buktinya, tubuh menjadi dingin.Hal ini menunjukkan terjadinya pengurangan asupan dan konsumsi oksigen secara total oleh tubuh.
Dengan adanya pengurangan konsumsi oksigen, maka produksi radikal bebas oksigen yang bersifat racun akan turun. Kelebihan radikal bebas oksigen dapat menyebabkan menurunnya aktifitas enzim dan dapat merusak sel-sel tubuh secara umum. Sehingga bisa menyebabkan timbulnya penyakit.

Dengan berpuasa, produksi radikal bebas oksigen dapat ditekan sampai 90% dan meningkatkan produksi antioksidan sampai 12%. Saat kita puasa, secara tidak langsung kita telah mengurangi masuknya makanan dan zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh termasuk racun. Pada saat puasa juga, usus tidak terisi secara penuh, sehingga dapat menyebabkan absorbsi zat-zat makanan termasuk racun tidak maksimal.
Hal ini dapat mengakibatkan kecilnya resiko terkena penyakit. Kalaupun racun terabsorsi bersama makanan, maka Hati sebagai organ yang menetralkan racun dapat bekerja baik karena racunnya sedikit.

Pada kondisi tidak puasa,dengan makanan yang berlebihan, produksi racun dan racun yang terserap sangat banyak.
Sehingga hati tidak bisa menetralkan racun seluruhnya.Racun yang tidak bisa dinetralkan oleh Hati akan terbawa oleh aliran darah ke organ-organ.
Hal inilah yang bisa menyebabkan timbulnya penyakit.

Dengan kondisi-kondisi seperti diatas dan manfaat yang didapat dan akan dirasakan,maka beruntunglah kita yang berpuasa.
"Maha Besar Allah yang menciptakan dan memerintahkan sesuatu selain dapat dirasakan manfaatnya juga untuk kebaikan mahluknya yang taat dan takwa.

Bacaan Terkait

Religi 1763935708732245180

Poskan Komentar

emo-but-icon

Terbaru

Top News

Zodiak Anda

Tahun
Bulan
Tanggal
Zodiak:
Shio:
item