Penjaga budaya, pemelihara tradisi leluhur Bugis kuno, penghafal sekaligus penutur naskah Sure’ Galigo dan pemimpin tertinggi komunitas Bissu Dewatae, Puang Matoa Saidi yang bermukim di Pangkep,Selasa (28/6/2011), sekitar pukul 15.00 wita berpulang saat menjalani perawatan di RSU Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar.
Esoknya, jenazah diberangkatkan dari RSU Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar ke rumah orang tuanya di Taraweang, Labakkang, Kabupaten Pangkep dan menurut rencana akan dimakamkan esok hari, Rabu (29/6/2011).
Dengan meninggalnya Bissu Saidi ini, otomatis saat ini pengendali kegiatan Bissu dipegang oleh Puang Upe, Puang Lolo Bissu, wakil dari Puang Matoa Bissu Saidi.
Bernama lengkap Saidi bin Rudding tapi lebih dikenal dengan sebutan Puang Matoa Saidi, meninggal; dalam usia 53 tahun. Dia meninggal setelah menjalani perawatan di unit gawat darurat rumah sakit regional tersebut sejak, Senin, 27 Juni 2011.
Sebelumnya, narator utama pementasan I La Galigo ini sudah berkali-kali dirawat di beberapa rumah sakit sejak April lalu, antara lain di Rumah Sakit Umum Pangkep, Rumah Sakit Labuang Baji Makassar, dan Infeksion Centre RS Wahidin.
Puang Saidi juga sempat dirawat sebelum pementasan I La Galigo di Benteng Rotterdam pada akhir April 2011. Tapi, ia masih bisa tampil dalam pementasan yang disutradari Robert Wilson tersebut dalam keadaan tidak sehat.
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)

0 komentar:
Poskan Komentar
Terima Kasih atas Komentar Anda